Sinergi dan Kolaborasi BPS Kabupaten Ngawi dalam Sensus Ekonomi 2026
Cakranews.net, Ngawi – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ngawi
menggelar kegiatan sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah serta Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam upaya mensukseskan Sensus Ekonomi
(SE) Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Pendopo Wedya Graha, Kabupaten
Ngawi, pada Senin (21/6/2026) ini dihadiri oleh seluruh elemen penting di daerah.
Dalam kegiatan ini, BPS Kabupaten Ngawi
bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi, Kepolisian Resort Ngawi, Komando
Distrik Militer Ngawi, Kejaksaan Negeri Ngawi, dan Pengadilan Negeri Ngawi
menandatangani komitmen bersama untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Sensus
Ekonomi 2026. Penandatanganan ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor yang
diharapkan mampu memastikan pendataan berjalan optimal dan mendapat dukungan
penuh dari seluruh lapisan masyarakat.
Kepala BPS Kabupaten Ngawi, Nasruddin, dalam
sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan 1.086 petugas
sensus. "Alhamdulillah, mereka sudah mendapatkan pelatihan yang dinyatakan
lulus serta siap untuk melaksanakan tugas. Kami optimistis dengan bekal
pelatihan yang diberikan, para petugas mampu menjalankan pendataan dengan
profesional dan akurat," tegasnya.
Nasruddin menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi
2026 merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Kegiatan ini menjadi pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia
yang dilakukan setiap 10 tahun sekali. "Sensus Ekonomi 2026 mendukung
penyediaan basis data pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
periode kedua, khususnya dalam transformasi ekonomi yang fokus pada peningkatan
produktivitas. Ini adalah pilar penting untuk mendukung pembangunan jangka
panjang nasional sekaligus pencapaian prioritas nasional Pemerintah tahun 2025-2029,"
jelas Nasruddin .
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa target
responden Sensus Ekonomi 2026 terbagi menjadi dua, yaitu perusahaan atau pelaku
usaha dan masyarakat. Untuk pelaku usaha, cakupannya meliputi UMKM dan usaha
besar, sedangkan untuk masyarakat, pendataan berbasis keluarga. Informasi yang
dikumpulkan dari pelaku usaha meliputi detail usaha, karakteristik usaha, dan
data ekonomi. Sementara dari masyarakat, dikumpulkan keterangan perumahan,
kepemilikan aset, dan data ekonomi.
Nasruddin juga memaparkan kontribusi sektor
ekonomi di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data, pertanian dan perdagangan
menyumbang porsi besar perekonomian di tahun 2025. "Pertanian menyumbang
31,01%, sedangkan perdagangan menyumbang 17,7%. Adapun dua sektor dengan
pertumbuhan ekonomi tertinggi di tahun 2025 adalah transportasi yang menyumbang
13,14% dan jasa perusahaan yang menyumbang 11,62%," paparnya.
Di akhir sambutannya, Nasruddin
menekankan bahwa mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sangat
membutuhkan data yang akurat. "Sensus tidak akan berkualitas jika pelaku
usaha tidak memahami tujuan sensus, informasi manfaat tidak tersampaikan dengan
baik, dan kepercayaan masyarakat belum terbentuk. Karena itu, peran serta dan
pemahaman semua pihak sangat kami harapkan," pungkasnya. (RYS)

Komentar
Posting Komentar