Pemerintah Desa Begal Prioritaskan Kesehatan Lewat Program Makanan Tambahan
Cakranews.net,
Ngawi - Pemerintah Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, terus
menunjukkan komitmennya dalam memprioritaskan bidang kesehatan sebagai program
utama pembangunan desa. Langkah ini selaras dengan arahan pemerintah pusat yang
menjadikan kesehatan sebagai pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang
sejahtera dan produktif. Desa Begal bahkan telah menetapkan program kesehatan
sebagai bagian prioritas dalam penyerapan anggaran desa tahun 2026, salah
satunya melalui pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita, ibu hamil,
serta lansia. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka stunting dan
malnutrisi yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pedesaan.
Salah
satu rangkaian program tersebut dilaksanakan pada Rabu, 3 Juni 2026, di mana
pemerintah desa bersama kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
menyalurkan makanan bergizi kepada dua orang ibu hamil serta dua puluh anak dan
lansia. Kegiatan ini berlangsung di pendopo Desa Begal yang menjadi pusat
pelayanan dan musyawarah warga. Para penerima manfaat tampak antusias mengikuti
jalannya acara, karena selain mendapatkan makanan tambahan, mereka juga
mendapat edukasi langsung tentang pentingnya asupan gizi seimbang. Makanan yang
disalurkan terdiri dari sumber protein hewani dan nabati, sayuran, serta
buah-buahan yang diolah oleh kader PKK setempat.
Kegiatan
yang diinisiasi oleh kader PKK ini juga menghadirkan tenaga ahli gizi dan
tenaga kesehatan dari puskesmas kecamatan. Kehadiran para ahli tersebut
bertujuan untuk memberikan pendampingan sekaligus pemantauan kondisi kesehatan
para ibu hamil, balita, dan lansia. Para ahli gizi melakukan pengukuran berat
badan, tinggi badan, serta lingkar lengan atas sebagai indikator status gizi.
Hasil dari pemantauan tersebut akan menjadi data dasar bagi pemerintah desa
untuk menyusun intervensi lanjutan. Selain itu, para tenaga kesehatan juga
memberikan penyuluhan mengenai pola asuh yang baik dan tanda-tanda bahaya
kehamilan.
Kepala
Desa Begal, Yusuf Setyono, menegaskan bahwa pemberian makanan tambahan bukanlah
kegiatan insidental, melainkan bagian dari program prioritas desa yang
diagendakan setiap tahun. Menurutnya, kesehatan masyarakat desa harus menjadi
perhatian utama karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan kualitas
sumber daya manusia. “Pemberian makanan tambahan menjadi bagian dari program
prioritas Desa Begal setiap tahun,” ujar Yusuf Setyono di sela-sela kegiatan.
Ia juga menyebut bahwa desa mengalokasikan anggaran khusus untuk memastikan
program ini berjalan berkelanjutan, tidak hanya pada tahun 2026 tetapi juga
tahun-tahun berikutnya.
Lebih
lanjut, Yusuf Setyono menjelaskan bahwa fokus pada bidang kesehatan merupakan
wujud sinergi antara pemerintah desa dan kebijakan pemerintah pusat. Ia
mengatakan bahwa kesehatan menjadi bagian dari program pemerintah pusat
sehingga pemerintah desa sebagai salah satu leading sektor juga mengagendakan
program serupa di tingkat lokal. “Kesehatan menjadi bagian dari program
pemerintah pusat sehingga Pemerintah desa sebagai salah satu leading sektor
juga mengagendakan,” tegasnya. Menurutnya, peran aktif desa sangat diperlukan
untuk mempercepat pencapaian target-target nasional di bidang kesehatan,
seperti penurunan stunting dan peningkatan kualitas hidup lansia.
Tujuan
utama dari pemberian makanan tambahan ini adalah untuk menjaga kebutuhan
nutrisi bagi kelompok rentan, yaitu ibu hamil, balita, dan lansia. Yusuf
Setyono menambahkan bahwa program ini dirancang agar mereka tetap sehat dan
terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi. “PMT ini
bertujuan untuk menjaga kebutuhan nutrisi baik ibu hamil, balita maupun lansia,
sehingga mereka tetap sehat,” jelasnya. Selain itu, program ini juga menjadi
sarana deteksi dini jika ada tanda-tanda gangguan pertumbuhan pada balita atau
komplikasi kehamilan pada ibu hamil. Dengan pendampingan rutin, diharapkan
angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan.
Salah
satu kader PKK Desa Begal mengungkapkan bahwa kegiatan pemberian makanan
tambahan merupakan bagian dari tugas rutin mereka untuk menciptakan generasi
unggul dengan daya saing tinggi. Ia menyebut bahwa kader PKK tidak hanya
bertugas membagikan makanan, tetapi juga memantau perkembangan gizi setiap
penerima manfaat secara berkala. “PMT ini menjadi bagian dari tugas rutin kader
PKK untuk menciptakan generasi unggul dengan daya saing tinggi,” kata kader PKK
tersebut. Menurutnya, investasi terbaik desa adalah pada kesehatan anak-anak
dan ibu hamil, karena mereka adalah calon penerus pembangunan di masa depan.
Para kader pun terus berkoordinasi dengan posyandu dan puskesmas untuk memastikan
data gizi terupdate.
Ke depan,
Pemerintah Desa Begal berencana memperluas cakupan program makanan tambahan
tidak hanya di tahun 2026 tetapi juga dalam jangka panjang. Rencana tersebut
mencakup penambahan frekuensi pemberian dari yang awalnya sebulan sekali
menjadi dua kali sebulan, serta menyasar lebih banyak penerima manfaat.
Pemerintah desa juga akan mengoptimalkan peran dana desa untuk mendukung
ketahanan pangan lokal, misalnya dengan membangun dapur sehat dan kebun gizi
desa. Dengan sinergi antara kader PKK, tenaga kesehatan, dan aparat desa,
optimisme untuk mewujudkan Desa Begal yang sehat dan bebas stunting semakin
terbuka. Masyarakat pun diimbau untuk aktif berpartisipasi dalam setiap
kegiatan posyandu dan penyuluhan kesehatan yang diselenggarakan oleh desa.
(AMN)


Komentar
Posting Komentar