Pemerintah Desa Kletekan Gelar Musdes Rembug Stunting dan Rencana Kerja 2027
Cakranews.net, Ngawi – Pemerintah Desa Kletekan, Kecamatan
Jogorogo, Kabupaten Ngawi, menyelenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) yang
membahas rembug stunting sekaligus penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa
tahun 2027. Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Kletekan pada Kamis
(25/6/2026) itu dihadiri oleh pemerintah desa, Forum Koordinasi Pimpinan
Kecamatan (Forkopimcam) Jogorogo, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta
berbagai unsur masyarakat setempat.
Musdes yang diselenggarakan oleh BPD Desa
Kletekan ini merupakan agenda rutin pertengahan tahun yang kali ini mengangkat
isu stunting sebagai salah satu prioritas pembahasan. Ketua BPD Desa Kletekan,
Agung Saryoko, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda
rutin yang dilaksanakan setiap tahun.
"Musdes ini menjadi agenda rutin BPD Desa
Kletekan. Kegiatan kali ini juga membahas terkait dengan stunting," ujar Agung
Saryoko.
Ia menambahkan bahwa dalam penyusunan rencana
kerja pemerintah desa tahun 2027, BPD telah mengusulkan sejumlah agenda
prioritas yang diambil dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMdes).
"Di bidang pemerintahan, program-program yang kami usulkan maupun
pemerintah desa tidak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya,"
jelasnya.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Kletekan,
Burhanuddin, menegaskan bahwa Musdes ini menjadi momentum penting untuk
menetapkan arah pembangunan desa ke depan. Menurutnya, dalam musyawarah kali
ini pihaknya turut mengusulkan beberapa kegiatan prioritas yang telah disetujui
BPD, terutama di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
"Dengan Musdes ini kita akan tetapkan
sebagai dasar utama untuk APBD tahun 2027," tegas Burhanuddin.
Terkait penanganan stunting, Burhanuddin
menyatakan bahwa Pemerintah Desa Kletekan berkomitmen untuk terus mendukung
program percepatan penurunan stunting di wilayahnya. Hal ini sejalan dengan
upaya nasional menekan angka stunting yang menurut Kementerian Kesehatan
ditargetkan turun menjadi 17,5 persen pada tahun 2026.
"Dengan adanya Musdes ini, kami berharap
seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dalam upaya pencegahan dan
penanganan stunting. Program-program yang akan kami jalankan nantinya akan
melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat agar hasilnya benar-benar
dirasakan," pungkas Burhanuddin.
Musdes yang berlangsung lancar tersebut menghasilkan sejumlah
kesepakatan terkait program prioritas pembangunan desa tahun 2027, yang
nantinya akan menjadi pedoman dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Desa (APBDes) tahun mendatang. (BOB)

Komentar
Posting Komentar