Pemdes Kedunggalar Prioritaskan Pemeliharaan Jalan Dusun Durenan di Tengah Pemotongan Dana Desa
Cakranews.net,
Ngawi –
Pemerintah Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, secara
resmi menetapkan pemeliharaan jalan sebagai program prioritas untuk tahun 2026.
Langkah ini diambil dalam upaya mewujudkan akses transportasi yang layak pakai
bagi seluruh warga desa. Salah satu sasaran utama dari program prioritas
tersebut adalah pemeliharaan jalan yang berada di Dusun Durenan, tepatnya di
lingkungan RT 10 RW 01.
Kegiatan pemeliharaan
di Dusun Durenan difokuskan pada dua pekerjaan utama, yakni perbaikan talud
sepanjang 19,5 meter dan rehabilitasi paving seluas 10 meter persegi. Untuk
membiayai kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Kedunggalar mengalokasikan
anggaran sebesar Rp25 juta. Seluruh anggaran tersebut bersumber dari Dana Desa
tahun 2026 yang telah disiapkan dalam rencana kerja pembangunan desa.
Kepala Desa
Kedunggalar, Joko Waluyo, mengungkapkan bahwa anggaran yang tersedia untuk
sektor infrastruktur mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya. Menurut penjelasannya, pemotongan anggaran
infrastruktur ini disebabkan adanya alokasi dana desa yang dialihkan untuk
pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri
bagi desa dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.
"Untuk pembangunan
infrastruktur berkurang dikarenakan alokasinya terpotong untuk pembangunan
Koperasi Desa Merah Putih," ujar Joko Waluyo saat menjelaskan latar
belakang keterbatasan anggaran tersebut. Pernyataan itu sekaligus mengonfirmasi
adanya realokasi dana desa yang cukup besar ke sektor koperasi. Meskipun
demikian, ia menegaskan bahwa infrastruktur yang menyentuh langsung hajat hidup
orang banyak tidak boleh ditinggalkan.
"Walaupun
bagaimana, infrastruktur yang langsung berdampak pada kepentingan umum harus
tetap menjadi perhatian," tegas kepala desa. Menurutnya, akses jalan yang
baik dan talud yang kokoh merupakan kebutuhan mendasar bagi mobilitas warga.
Oleh karena itu, pemeliharaan jalan di Dusun Durenan tetap dipertahankan
meskipun dengan skala yang lebih terbatas.
Dengan keterbatasan
anggaran yang ada, Pemerintah Desa Kedunggalar dituntut lebih selektif dalam
menetapkan program. "Tentu saja desa harus benar-benar menetapkan program
yang sangat prioritas dengan keterbatasan anggaran ini," tambah Joko.
Pemilihan Dusun Durenan sebagai lokasi prioritas dilakukan setelah melalui
berbagai pertimbangan, terutama tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak warga
setempat. Hal ini membuktikan bahwa desa berupaya memaksimalkan setiap rupiah
yang tersedia.
Sementara itu,
masyarakat setempat menyambut baik program pemeliharaan jalan yang digulirkan
pemerintah desa tersebut. Mereka menilai bahwa fasilitas umum itu memang layak
mendapatkan perawatan karena dampak dari bencana banjir yang melanda beberapa
waktu lalu. Seorang warga desa setempat mengungkapkan rasa syukurnya atas
respons cepat dari pemerintah desa. "Banjir beberapa waktu lalu berdampak
pada kerusakan talud dan jalan paving. Dan tentunya kami berterima kasih pada
desa yang bergerak cepat untuk penanganan fasilitas umum ini," ujarnya.
Pemeliharaan
jalan di Dusun Durenan diharapkan dapat memberikan akses yang nyaman bagi
masyarakat, baik untuk menunjang aktivitas kerja maupun usaha sehari-hari.
Dengan talud yang diperbaiki dan paving yang direhabilitasi, warga tidak perlu
lagi khawatir melintasi jalan yang rusak atau tergenang. Program ini menjadi
bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Kedunggalar dalam memaksimalkan dana yang
tersedia untuk kepentingan publik yang paling mendesak, sekaligus menjaga
kelangsungan pelayanan dasar di tengah keterbatasan anggaran. (AMN)


Komentar
Posting Komentar