Tingkatkan Kualitas Pengasuhan, Pemerintah Desa Jogorogo Gelar Kelas Ibu Balita di Posyandu Genggong Timur

Cakranews.net, Ngawi – Pemerintah Desa Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Pada Jumat (17/4/2026), penyelenggaraan Kelas Ibu Balita digelar di Posyandu Genggong Timur, diikuti oleh puluhan ibu yang memiliki anak usia 0 hingga 5 tahun.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Bidan Desa Cory Ayu dan Winarti, yang merupakan kader kesehatan berpengalaman di wilayah setempat. Kelas ibu balita ini dirancang khusus sebagai wadah belajar bagi para ibu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengasuh serta merawat anak.

Para peserta yang hadir tidak disatukan dalam satu ruangan besar tanpa pembedaan. Panitia dari Posyandu Genggong Timur secara cerdas membagi para ibu beserta balitanya ke dalam tiga kelompok berdasarkan usia anak, yaitu:

1.  Kelompok 0 – 1 tahun: Fokus pada perawatan dasar bayi baru lahir, inisiasi menyusu dini (IMD), dan deteksi dini gangguan perkembangan.

2.  Kelompok 1 – 2 tahun: Penekanan pada masa transisi makan pendamping ASI (MPASI) dan stimulasi motorik kasar serta halus.

3.  Kelompok 2 – 5 tahun: Materi difokuskan pada kesiapan anak memasuki masa prasekolah, kemandirian, serta pemenuhan gizi seimbang.

Pembagian kelompok ini bertujuan agar materi yang disampaikan lebih aplikatif dan sesuai dengan tahapan tumbuh kembang masing-masing anak.

Bidan Desa Cory Ayu, dalam sesi pertamanya, menyampaikan materi krusial mengenai tumbuh kembang anak dan pemenuhan gizi atau nutrisi. Ia menjelaskan bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah periode emas yang tidak boleh terlewat.

"Pemenuhan gizi yang buruk di usia 0-2 tahun akan berdampak permanen pada kecerdasan dan tinggi badan anak. Ibu harus jeli membaca tanda-tanda awal kurang gizi, seperti berat badan tidak naik dalam tiga bulan berturut-turut," ujar Bidan Cory di hadapan para ibu.

Selain gizi, materi imunisasi juga menjadi sorotan utama. Para ibu diedukasi tentang jadwal imunisasi dasar lengkap (BCG, DPT, Polio, Campak, dan Hepatitis B) serta pentingnya imunisasi lanjutan. Bidan Cory mengingatkan bahwa penolakan imunisasi dapat membuka peluang munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Sementara itu, narasumber kedua, Winarti, membawakan materi yang tak kalah penting, yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan penyakit pada balita. Winarti mengajak para ibu untuk mempraktikkan langsung cara mencuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar, membersihkan mainan anak, serta mengenali tanda-tanda awal penyakit umum balita seperti diare, ISPA, dan demam berdarah.

"Banyak penyakit balita yang sebenarnya bisa dicegah hanya dengan kebiasaan sederhana: mencuci tangan sebelum menyentuh anak, menyikat gigi sebelum tidur, dan memastikan jamban keluarga sehat," tegas Winarti di sela-sela demonstrasi.

Kepala Desa Jogorogo turut mendampingi, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kelas ibu balita ini adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu dalam merawat anak. Harapannya, setiap anak di Desa Jogorogo dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari segi fisik, mental, maupun kecerdasan.

"Kami ingin tidak ada lagi anak di desa ini yang mengalami stunting atau malnutrisi. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Jika ibu terampil, sehat, dan paham gizi, otomatis anak akan sehat," ujar Prastiyo.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis komunitas. Dengan meningkatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi dan PHBS, diharapkan angka kesakitan pada balita akibat penyakit infeksi dapat ditekan signifikan.

Para ibu yang hadir tampak sangat antusias. Banyak dari mereka yang aktif bertanya, terutama terkait permasalahan anak mereka yang susah makan (sulit makan) dan cara mengatasi demam di malam hari tanpa harus langsung ke rumah sakit.

Dengan suksesnya penyelenggaraan kelas ibu balita kali ini, Pemerintah Desa Jogorogo berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin bulanan di setiap Posyandu yang ada di wilayah desa, tidak hanya di Posyandu Genggong Timur. Langkah ini sekaligus mendukung program nasional percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas generasi emas Indonesia 2045.

Komentar