Perkuat Peran Mediator Profesional, Pengurus Ahli Mediasi Syariah Indonesia (Amsi) Jatim Dilantik
Cakranews.net,
Surabaya – Pengurus Pusat Perkumpulan Ahli Mediasi Syariah
Indonesia (AMSI) resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Wilayah AMSI Jawa
Timur untuk masa bakti 2026–2031. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung KH.
Syafi’i A. Karim, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya, pada
Kamis (13/8/2026).
Kegiatan ini digelar dengan
tujuan strategis untuk memperkuat peran, kompetensi, serta integritas profesi
mediator di tingkat wilayah. Susunan kepengurusan yang dilantik mencakup
jajaran Penasehat, Pengurus Harian, Departemen Keanggotaan dan Peningkatan
Kompetensi, serta Departemen Hubungan Antarlembaga. Struktur kepengurusan
periode 2026–2031 ini diisi oleh para mediator profesional dan akademisi yang
berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur.
Dalam struktur yang baru
dikukuhkan, jabatan Ketua Pengurus Wilayah AMSI Jawa Timur diamanahkan kepada
Abdillah Halim, S.H.I., M.S.I., C.M., C.L.A., C.L.D., yang merupakan dosen
Fakultas Syariah Institut Agama Islam Ngawi. Sementara itu, posisi Sekretaris
dijabat oleh Dr. Lutfil Ansori, S.H.I., M.H., C.M., dosen Fakultas Syariah dan
Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya. Kedua tokoh ini diharapkan mampu menggerakkan
roda organisasi demi kemajuan mediasi syariah di wilayah Jawa Timur.
Di tengah acara, Ketua Pengurus
Pusat AMSI, Dr. Agus Suprianto, S.H.I., M.S.I., C.M., menegaskan bahwa mediasi
sebagai alternatif penyelesaian sengketa memiliki segudang keunggulan. Ia
menyebut dukungan regulasi pemerintah yang kuat, privasi dan reputasi pihak
yang bersengketa yang tetap terjaga, serta relasi baik antarpihak yang tidak
mudah putus. Selain itu, mediasi dinilai mampu menghadirkan solusi win-win serta
jauh lebih efektif dari segi biaya dan waktu dibandingkan jalur litigasi.
Oleh karena
itu, ia menekankan urgensi peran mediator profesional untuk menangani proses
mediasi secara maksimal. Dengan kompetensi yang mumpuni, mediator diharapkan
dapat membawa para pihak mencapai kesepakatan perdamaian yang produktif dan
berkeadilan. Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk terus
mengarusutamakan (mainstreaming) mediasi syariah di tengah masyarakat
luas, sekaligus memperkokoh AMSI sebagai garda depan perdamaian berbasis
nilai-nilai syariah di Indonesia. (RYS)

Komentar
Posting Komentar