Frank Caprio: Ketika Hukum Menjadi Wajah Keadilan
Oleh: Arys Purwadi Frank Caprio bagi saya bukan sekadar seorang hakim, tetapi ia adalah hukum itu sendiri. Sosoknya hadir di ruang sidang bukan hanya untuk menjatuhkan vonis, melainkan menjadi simbol dari keadilan yang hidup dan bernafas. Ia menunjukkan bahwa hukum tidak harus kaku, melainkan bisa berpadu dengan sisi manusiawi. Banyak orang menilai hakim hanya sebagai pelaksana aturan konstitusi. Namun, Frank melampaui hal itu. Ia memahami bahwa keadilan tidak sebatas pada pasal-pasal, melainkan juga pada rasa. Di tangannya, hukum menjadi lembut tanpa kehilangan wibawa. Ia mampu menyeimbangkan antara ketegasan aturan dan kehangatan hati nurani. Frank selalu menempatkan terdakwa sebagai manusia utuh. Ia tidak melihat mereka hanya sebagai pelanggar, tetapi sebagai individu yang mungkin sedang tertimpa musibah. Perspektif ini jarang ditemui dalam ruang sidang lain yang sering kali dingin dan penuh jarak. Frank memberi teladan bahwa keadilan sejati harus lahir dari empati....