PKB Ngawi Gelar Sarasehan Politik, Tekankan Pentingnya Kaderisasi Berjenjang
Cakranews.net, Ngawi - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan sarasehan politik yang berlangsung di Hotel Sukowati Ngawi pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi sekaligus penguatan ideologi bagi para kader partai di tingkat daerah.
Sarasehan ini dihadiri oleh berbagai unsur partai, mulai dari anggota DPRD dari fraksi PKB tingkat Provinsi Jawa Timur, jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Ngawi, badan otonom (Banom) PKB, hingga ratusan kader yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Ngawi. Kehadiran para kader ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat struktur organisasi serta arah politik partai di tingkat daerah.
Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPC PKB Ngawi, Ahmad Tamim, dalam sambutannya menegaskan bahwa PKB saat ini menempatkan kaderisasi sebagai prioritas utama dalam penguatan organisasi. Menurutnya, kaderisasi berjenjang menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kader memiliki pemahaman ideologis yang kuat terhadap nilai-nilai partai.
“Jadi PKB hari ini mengutamakan kaitannya dengan kaderisasi, kaderisasi berjenjang. Sehingga seluruh yang terkait dengan PKB, baik struktur maupun anggota, harapannya adalah memastikan secara ideologis tetap terjaga dengan baik,” ujar Ahmad Tamim di hadapan para peserta sarasehan.
Ia menjelaskan bahwa sistem kaderisasi di PKB tidak hanya berlaku bagi pengurus partai semata, tetapi juga mencakup lembaga serta badan otonom yang berada di bawah naungan partai. Dengan demikian, setiap individu yang ingin terlibat dalam struktur organisasi partai diwajibkan mengikuti proses kaderisasi yang telah ditetapkan.
“Maka kaderisasi berjenjang tidak hanya berlaku bagi pengurus, bahkan lembaga dan Banom untuk masuk ke dalamnya harus melalui kaderisasi berjenjang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ahmad Tamim juga menekankan pentingnya orientasi politik yang jelas bagi para pengurus partai di setiap tingkatan. Melalui kaderisasi, para pengurus diharapkan memiliki pemahaman yang kuat terhadap arah perjuangan dan strategi politik partai.
Menurutnya, proses kaderisasi tersebut dilakukan melalui berbagai metode, salah satunya melalui simposium kaderisasi serta kaderisasi tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
“Nah terkait dengan pengurus maka orientasi politiknya harus jelas. Maka kaderisasi itu ada yang dalam bentuk simposium kaderisasi, ada juga yang dalam bentuk kaderisasi tematik,” jelasnya.
Ia menambahkan, kaderisasi tematik memiliki fokus pada penguatan orientasi kepengurusan partai. Program tersebut menjadi bagian dari agenda besar penataan struktur organisasi PKB yang sedang berjalan secara nasional.
Ahmad Tamim menyebutkan bahwa pada tahun 2026 ini, sesuai arahan Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Muhaimin, partai menargetkan penataan kepengurusan di seluruh tingkatan organisasi dapat diselesaikan.
“Yang tematik adalah orientasi dari kepengurusan, di mana tahun 2026 sesuai arahan ketua umum, Gus Muhaimin, penataan kepengurusan mulai dari DPW, DPC, DPAC hingga DPRT harus selesai pada tahun 2026 ini,” ungkapnya.
Melalui penataan tersebut, seluruh kader yang nantinya menduduki posisi kepengurusan di setiap tingkatan diharapkan memiliki orientasi politik yang jelas serta memahami peran strategis partai dalam kehidupan politik dan masyarakat.
Sarasehan politik ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal bagi PKB di Kabupaten Ngawi guna memperkuat soliditas kader serta mempersiapkan langkah organisasi ke depan, terutama dalam memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput. (RYS)

Komentar
Posting Komentar