Gubernur Khofifah Beri penghargaaan daerah tercepat salurkan dana desa

CAKRANEWS.NET, SURABAYA- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) Berbasis Mikro secara resmi diberlakukan mulai  9 hingga 22 Februari 2021. Melalui Instruksi Mendagri nomor 3 tahun 2021, dan diperkuat dengan Keputusan Gubernur nomor 188/59/KPTS/013/2021, Desa/Kelurahan se Jawa Timur  Menjadi focus pengendalian dan penanganan pandemi covid-19.

Pemerintah Desa wajib melakukan refocusing kegiatan dan anggaran Dana Desa  minimal 8 persen untuk mendukung pelaksanaan PPKM skala Mikro di Desa yang digunakan untuk membiayai kegiatan pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung pelaksanaan penanganan covid di tingkat desa dengan membentuk Posko Desa yang diketuai oleh Kepala Desa. 

 Disamping itu, Dana Desa juga diprioritaskan untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), melaksanakan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan kegiatan-Kegiatan lainnya yang dapat mendorong pemulihan ekonomi masyarakat seperti pengembangan Badan Usaha  Milik Desa serta mendukung pencapaian SDGs Desa. Hal ini disampaikan oleh GubernurJawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Penyaluran Dana Desa dan Konsolidasi Pendampingan Desa di Dyandra Convention,Jum'at (12/2/21).

Rakor yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi, OPD ProvinsiJawa Timur, Bupati se-Jawa Timur dan WalikotaBatu, KepalaDinas PMD sertaKepala BPKAD Kabupaten/Kota, Asosiasi BPD, AsosiasiKepalaDesa, Persatuan Perangkat Desa Indonesia di Jawa Timur dan Konsultan Pendamping Wilayah Provinsi Jawa Timur

Ini menghadirkan narasumber Sekretaris Jenderal Kementerian Desa DR Taufik Majid dan Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Jawa Timur Drs. DediSopandi, MAP.  Rakor kali ini Gubernur menyerahkan penghargaan dari Dirjen Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan kepada Bupati Madiun dan Bupati Tulungagung yang telah berhasil menyalurkan Dana DesaTercepat Nasional Tahap 1 tahun 2021.

"Ada tiga Kabupaten yang berhasil menyalurkan Dana DesaTercepat Nasional,  Dua Kabupaten dari Jawa Timur yaituMadiun dan Tulungagung, dan Satu daerah lainnya adalah Kabupaten Tapaktuan Provinsi Aceh" kata Khofifah

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini mengatakan, Percepatan perlu terus dilakukan karena dia mentargetkan pada Triwulan pertama pencairan sudah harus dilakukan sebanyak 40 persen.Saat ini, Dana Desa tahun 2021 di Jawa Timur sejumlah 7,659 Trilyun baru tersalur di 709 Desa, 5 Kabupaten (Tulungagung, Madiun,  Ngawi, Pacitan dan Magetan) dengan nominal Rp 242,1 Milyar.

 Sedangkan BLT-DD baru cair 260 Desa di KabupatenTulungagung  dan Madiun dengan total penerima 14.225 KPM sejumlah Rp.4,26 Milyar.  “Saya berharap, para Kepala Daerah di seluruh Jawa Timur untuk dapat mendorong percepatan penyaluran Dana Desa di wilayahnya agar pelaksanaan PPKM Berbasis Mikro dan pemulihan ekonomi di tingkat Desa berjalan lebih maksimal,” terang Khofifah. 

Lebih lanjut Gubernur yang juga mantan Menteri Sosial ini mengatakan sampai saat ini masih 14 Kabupaten yang belum menyelesaikan Peraturan Kepala Daerah tentang Penyaluran Dana Desa, 19 Kabupaten belum menandatangani surat kuasa pemindahbukuan, dan 3.095 Desa belum menetapkan APBDesa. "Oleh karena itu saya minta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dibantu oleh Pendamping agar segera menuntaskan semua ini maksimal bulan Maret mendatang" tegas Khofifah.

Sepanjang tahun 2020 Jawa Timur mampu merealisasikan 99,97 perse dengan total nilai dana desa yang disalurkan Rp 7,568 Trilyun, dari alokasi keseluruhan Rp 7,570 Trilyun. Hanya 9 desa dari 7.724 desa di Jatim yang belum menyalurkan 100 prosen.

Sembilan desa tersebut, empat desa ada di SidoarjoyaknidesaBesuki Kecamatan Jabon, Desa Ketapang dan Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin, dan Desa Renokenongo Kecamatan Porong. "Keempat Desa tersebut merupakan desa terdampak Lumpur Sidoarjo" ucap Khofifah.

Lalu tiga desa lainnya di Kabupaten Bojonegoro yakni DesaWotanngare dan Desa Grebegan Kecamatan Kalitidu, dan Desa Trucuk Kecamatan Trucuk. Di Bojonegoro kata Khofifah terkendala karena Kepala Desanya tersangkut perkara hokum penggunaan dana desa tahun 2019.

Satu desa di Kabupaten Pasuruan yakni Desa Susukanrejo Kecamatan Pohjentrek terkendala kegiatan tidak biss dilaksanakan karena Kepala Desa menghilang tidak diketahui keberadaannya.

Lalu terakhir di Pamekasan Desa Lesongdaja Kecamatan Batumarmar dana desanya tidak bias salur karena tidak ada tiriktemuantara Penjabat Kepala Desadengan BPD sehingga Peraturan Desa tentang APBDesa tidak bias ditetapkan.(rto)

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top