CAKRANEWS.NET, JAKARTA-Satu per satu pejabat lembaga tinggi negara menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac. Kali ini Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono. Vaksinasi dilakukan di ruang MCU RSPAD Jakarta, Rabu (10/2/2021) siang.

LaNyalla dan Nono Sampono telah memasuki usia kepala enam. Sehingga baru mendapat vaksin jenis Sinovac yang diperuntukkan bagi penerima di atas usia 59 tahun. Karena produk pertama Sinovac diperuntukkan bagi usia 18 hingga 59 tahun. “Alhamdulillah saya sama Pak Nono hari ini sudah divaksin oleh dokter Endra dari RSPAD. Tidak ada efek samping apa-apa. Karena itu jangan lagi ada penyebaran informasi yang tidak akurat terkait program vaksinasi,  sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat,” ungkap LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu juga meminta Menteri Kesehatan agar distribusi vaksin ke daerah-daerah bisa lebih cepat. Sehingga tujuan untuk membentuk herd immunity di masyarakat segera terwujud.

Terutama seiring dengan penyiapan Puskesmas sebagai lokasi vaksinasi di daerah-daerah. Sehingga tidak harus terpusat di rumah sakit utama di di daerah. “Jadi terjadi percepatan vaksinasi massal. Asal disiapkan betul sarana dan sumber daya manusianya,” tambahnya.

Sementara itu,  LaNyalla menyoroti tingginya angka positif Covid-19 di Sulawesi Barat pascagempa mengguncang. Dari angka yang dilansir Emergency Medical Team Ikatan Dokter Indonesia angka positif Covid-19 usai bencana melonjak sekitar 70 persen. Mantan Ketua Umum PSSI itu pun meminta pemerintah segera mengambil tindakan cepat untuk mengatasi hal tersebut.

"Kasus Covid-19 yang melonjak sekitar 70 persen itu termasuk pengungsi dan relawan. Untuk mencegah kasus Covid-19 di pengungsian, harus segera dibuatkan ruang isolasi bagi penderita Covid-19 dengan cepat," kata LaNyalla dalam keterangan resminya, Selasa (9/2/2021).

Perlu diketahui, rumah sakit khusus penanganan Covid-19 rusak akibat gempa yang melanda. Rusaknya fasilitas kesehatan tersebut bisa saja menjadi salah satu sebab tingginya angka positif Covid-19 di Sulawesi Barat usai bencana.

"Para relawan harus lebih cepat ditangani karena bisa jadi merupakan OTG (Orang Tanpa Gejala), sehingga sangat berpotensi menularkan kepada para pengungsi," papar alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Diakui Senator Dapil Jawa Timur itu tak mudah menanggulangi bencana di wilayah pengungsian. Namun, tetap harus menjadi prioritas penyelamatan karena efeknya berdampak luas. "Penanganan Covid-19 saat bencana memang tidak mudah. Tetapi tetap harus menjadi prioritas karena efeknya bisa meluas dan khawatir tidak dapat dikendalikan," kata LaNyalla.

Emergency Medical Team Ikatan Dokter Indonesia mengingatkan pentingnya sarana isolasi di wilayah terdampak gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Kasus COVID-19 di daerah-daerah tersebut meningkat sehingga mengakibatkan angka terkonfirmasi positif Sulbar naik 70 persen dalam 23 hari.(*)

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top