KETUA PWNU: OJO PISAN-PISAN MELAKUKAN GERAKAN DI LUAR NU 

Kyai Marzuki dan Kyai Ulin menyerahkan kartu tanda anggota NU

                 Kyai Marzuki dan Kyai Ulin menyerahkan kartu tanda anggota 

CAKRANEWS.NET—NGAWI—Ada yang lain  dan ada moment istimewa di tengah Musyawarah Kerja Cabang (Musykercab)   II Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Ngawi, di Resto Notosuman, Watualang, (6/02/20). Ony Harsono-Dwi Rianto Jatmiko (OKE), pasangan bakal calon Bupati-Wakil Bupati 2020-2025 dikukuhkan sebagai warga NU. Keduanya  disumpah dan mengucapkan ikrar,  dipandu KH Marzuki Mustamar, Ketua PW NU Jawa Timur, dan disaksikan  Ketua NU  Kabupaten Ngawi KH Ahmad Ulinnuha Rozy.

“Ikrar dan sumpah ini ibaratnya juridis formal. Karena saya sejak kecil anak orang NU. Mbah saya H Syakur, Mbah buyut saya Mbah Mansyur juga orang NU. Setelah ikrar dan sumpah, sekarang  saya lebih mantab. Apa yang Kami ikrarkan bener-bener dari hati Kami paling dalam. Dalam berjuang harus dengan hati. Ikrar ini bener tulus, perjuangan bersama NU,” ujar  Ony usai acara pengukuhan.  Terlihat Antok sangat sumringah dan semangat duduk di kursi bersama para tokoh NU

            Kyai Marzuki  mengenakan kopyak berlogo NU ke Antok dan Ony

Hadir juga  sebagai saksi sejumlah  kyai sepuh NU, tokoh NU, pengurus PC NU, Majelis Wakil Cabang (MW) 19 kecamatan dan  sejumlah pejabat Ngawi.  Pengukuhan Ony Harsono-Dwi Rianto Jatmiko ini  juga ditandai  penyerahan Kartu  Tanda Anggota NU (Kartanu) dan dipakaikan songkok berlogo NU kepada keduanya. Bahkan Ony-Antok mendapat batu  akik  pemberian KH Ali Samsudin Yusuf Husein, pengasuh Ponpes Miftahul Huda, Centong Gerih. Batu akik  ini dititipkan Kyai Ulin karena Kyai Ali tidak bisa hadir. Sebelum ini Kyai Ali pernah menyerahkan  batu akik raksasa untuk  melengkapi bangunan masjid Lintang Songo, masjid NU di kawasan ring road.

Di kesempatan tersebut KH Marzuki  meminta   Ony-Antok tidak ragu lagi berjuang di NU dan bersama NU. Bukan hanya  kepada Ony-Antok,  Dia mengingatkan dengan keras untuk tidak melakukan tindakan di luar rel NU.  “Ojo-ojo pisan-pisan melakukan gerakan di luar NU, Jangan ikut gerakan di luar yang mereka sering melakukan pembohongan, pengkhianatan terhadap Nabi,” tutur Marzuki dengan lantang.

                                          Bersama pengurus PC NU

Di Ngawi, lanjutnya, jangan sampai ada yang ikut mendukung gerakan  pengkhianatan, pembohongan dilakukan i kelompok-kelompok yang sekarang mengelabuhi  masyarakat  awam.  Pimpinan di Ngawi dan masyarakat, terutama nahdliyin harus samakin hati-hati terhadap gerakan kelompok yang ingkar pada Nabi. Sekarang banyak ajaran Nabi yang diingkari.  Mereka sengaja mretele agama, menyelewengkan agama, Ada bagian bagian hadist sahih dihilangkan, dan ditambah-tambahi.”Di Indonesia, tafsir asli hadist-hadist masih  disimpan para kyai. Hadist-hadist itu asli dibawa para ulama, dibawa KH Ahmad Dahlan. KH Hasyim Asy’ari  setelah belajar di Mekah. Negeri ini harus dibela karena negeri ini melanjutkan sunnah rosul. Cinta Islam harus cinta NKRI,” tuturnya.

Kyai Marzuki menambahkan agar ajaran  radikal  tidak tumbuh di Ngawi.  Orang NU, sehingga tidak  terpapar ajaran radikal Jangan sampai Ngawi dijadikan sarangnya radikalisme. Kalau  Ngawi jadi petarangan radikalisme, maka 20 tahun lagi akan membahayakan kehidupan warga dan pimpinan di Ngawi.

Sementara itu Kyai Ulin menegaskan, warga NU harus  berpegang teguh ajaran ahlussunah wal jamaah. Pemikiran, aqidah, ideologi yang bertentangan keagamaan dan kebangsaan harus dijauhi. “Kewajiban kita juga menjaga negara. Bagi NU,  NKRI harga Mati,” ujar Kyai Ulin.

Terkait  Musykercabang II, Kyai Ulin menjelaskan  Musykercab  adalah rangkaian dari amanah Musyawarah pengurus cabang  2028  dengan wujud  gerakan . menyusun program-program  kedepan, sekaligus mengevaluasi  program sebelumnya.  Pengurus harus mampu menggerakan program dan  misi-misi yang telah dimusyarahkan  bersama.di Musykercab ini.

DiMusykercab ini NU Ngawi melakukan penandatangan kerjasama  di bidang usaha distribusi pupuk dan uaH perjalanan biro haji, umroh dan wisata religi dengan pihak swasta. Kerjasama tersebut untuk  memberdayakan nahdliyin.  (rto)

  

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top