CAKRANEWS.NET, Ngawi - Kekecewaan puluhan awak media terlihat pada peliputan pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Ngawi di pemilihan tahun 2020 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Itu dididasarkan pada pelarangan liputan dalam ruangan pendaftaran bagi wartawan yang tidak memiliki kartu khusus dari KPU.

"kuli tinta" yang sedianya akan melakukan liputan langsung pada Jumat (4/9) harus tertahan di pintu penjagaan. Disadari bila dalam pelaksanaan pendaftaran kali ini menerapkan protocol kesehatan covid-19, namun para wartawan berdalih bisa gantian untuk mengambil dokumentasi. 

"Wartawan di Ngawi itu banyak, kenapa cuma sebagian yang diundang. Kita tahu ini pandemi Covid-19. Tapi kan bisa gantian ngambil dokumentasinya." Keluh BB wartawan media cetak dan online yang hadir di lokasi.

BB juga mempertanyakan dasar peliputan yang ditetapkan dengan penunjukan melalui undangan. Ia menilai bila wartawan memiliki hak yang sama dalam peliputan sesuai dengan Undang Undang Pers.

"Wartawan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi. Jadi kita bingung dengan dasar undangan liputan yang hanya untuk media tertentu." Lanjut BB yang puluhan tahun malang melintang di dunia jurnalistik itu.

Lebih lanjut BB berpendapat bila dirinya dan wartawan lain yang tidak memiliki kartu liputan khusus dari KPU mendapat perlakuan diskriminasi. Hal itu didasarkan pada pembagian kartu khusus liputan media tertentu saja. 

"Kalo sistem peliputan seperti ini  kan ngak beda jauh dianak tirikan. Ini diskriminasi " Pungkas BB terlihat kecewa.

Sementara hari pertama pendaftaran bakal calon pasangan pemilihan bupati (Pilbup) Ngawi diikuti pasangan Ony Anwar Harsono dan Riyanto Jatmiko. Mereka datang menggunakan sepeda kayuh dan diikuti ratusan simpatisan.

Dari informasi terakhir diketahui bila pasangan yang dideklarasikan 10 partai pendukung tersebut mampu memenuhi persyaratan administrasi. (RYS)

 







Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top