CAKRANEWS.NET NGAWI—Rancangan Undang-Undang  Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) seolah lagi membangunkan ‘macan tidur’ di berbagai daerah.  Kini giliran DPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Ngawi meminta kepada seluruh anggota, fungsionaris dan kader-kadernya untuk mengawal Pancasila  dimanapun  berada,  mulai  kawasan rukun tetangga (RT).  Sekecil apapun gerakan anti Pancasila harus dipantau dan diwaspadai oleh Pemuda Pancasila, terutama  gerakan ingin membangkitkan komunisme dari bawah.

“Kami mengintruksikan kepada anggota,kader, fungsionaris untuk terus mengawal Pancasila. Pancasila adalah ideologi bangsa yang harus dipegang teguh oleh setiap warga  negara,” tandas Siras Santoso, Ketua Majelis Pengurus Cabang  PP Kab. Ngawi kepada Cakranews.net.

Menurut Siras, sikap  MPC Ngawi ini  sebagai wujud   keprihatinan atas munculnya RUU HIP dan  reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat termasuk Pemuda Pancasila.  Sikap MPC  PP Ngawi terhadap RUU HIP sudah tegas RUU  menimbulkan keresahan di masyarakat. Pancasila sudah final. Tidak bertentangan dengan agama. Terhadap Islam tidak bertentangan. Pancasila sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Quran.

 “Pancasila tidak boleh  diubah-ubah lagi. Apalagi diperas-peras.  Pancasila dengan urutan yang sudah kita kenal selama ini tidak bisa diperas atau diberi tafsir baru dengan Trisila atau Ekasila.  Kelima-nya saling terkait berurutan dengan urutan yang selama ini kita kenal. Sila pertama melahirkan sila kedua, sila kedua melahirkan sila ketiga, sila ketiga melahirkan sila keempat, dan sila keempat melahirkan hakikat tujuan berdirinya negara ini, yakni sila kelima,” tutur Siras menyitir disampaikan  fungsionaris Pemuda Pancasila  Jawa Timur.

Untuk itu, lanjut Siras, sudah menjadi kewajiban bagi warga negara Indonesia, khususnya anggota, kader dan fungsionaris mengawal Pancasila sebagai ideologi bangsa.   Jangan sampai  Pemuda Pancasila lengah terhadap gangguan dan ancaman dari ideologi lain yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa dan sebagai dasar negara. “Sejarah bangsa sudah mencatat Marxisme, Leninisme, komunisme menjadi musuh nyata bagi bangsa Indonesia, termasuk ideologi atau paham lain yang sekarang juga mengancam Pancasila,” tuturnya.

Pengawalan terhadap Pancasila, kata Siras,  harus  tetap mengdepankan prilaku yang baik. Jika ada yang terus menentang Pancasila maka  tidak bisa ditoleransi. “Kedepankan hukum terhadap para kelompok penentang Pancasila, “ kata Siras yang sudah  beberapa periode menduduki  jabatan Ketua MPC PP Ngawi. (rto)


.

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top