---Mutiara Ramadan---
Penulis: Samsul Hadi, Pimpinan Cabang LTM-NU & Dosen STIT Islamiyah   Karya Pembangunan  Paron Ngawi 
TAK terasa umat Islam di dunia  telah menjalani bulan suci Ramadhan 1441 H, hampir separo bulan. Khususnya Indonesia pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan 1441 H jatuh pada hari Jumat, tanggal 24 April 2020. Banyak netizen memposting doa dan harapan agar wabah Covid-19 segera berakhir sehingga dapat menyambut bulan puasa dengan suka cita seperti tahun sebelumnya. Tapi yakinlah bahwa keberkahan Ramadhan tidak akan berkurang sedikitpun karena adanya Covid-1

Bisa dipastikan bahwa hari-hari bulan suci Ramadhan 1441 H bangsa Indonesia dalam kondisi masih berada pada tingkat waspada atau masa darurat Covid-19. Jadi praktisnya tentu tidak ada ibadah shalat tarwih berjamaah atau shalat jamaah lainnya di masjid sebagaimana saat ini di Indonesia, umumnya tidak ada atau untuk sementara ditiadakan shalat Jumat.Termasuk i'tikaf dan buka puasa di masjid tentu ditiadakan pula, akan tidak seperti suasana tahun-tahun sebelumnya yang sangat meriah bila berbuka puasa di masjid dengan hidangan takjilnya yang diantar oleh warga sekitar masjid.

Diharapkan tetap berada kondisi suka cita menyambut Ramadhan 1441 H, agar ibadah puasa tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19, justru karena lebih banyak dirumah. Namun dengan catatan tetap dalam kewaspadaan. Juga tetap selalu mengambil hikmah positif atas adanya wabah tersebut. Agar kita tetap dengan ikhlas dan khusyu’ beribadah di rumah termasuk tetap menjalankan amalan-amalan ibadah lainnya di bulan suci Ramadhan atau lebih berkesempatan memperbanyak Tadarrus Al-Quran bersama keluarga.

Kita bisa melakukan shalat tarwih berjamaah di rumah. Mungkin dengan cara ini, Allah Swt ingin kita mendekatkan diri keluarga dan Al-Quran yang selama ini mungkin terlewatkan atau terabaikan baik pada hari biasa maupun pada bulan suci Ramadhan.Seperti juga seakan "dipaksa" untuk menghafal atau tadarrus Al-Quran bersama keluarga. Sekaligus memperbaiki hafalan ayat-ayat Al-Quran untuk bisa diamalkan dalam shalat tarwih berjamaah dengan keluarga di rumah. Pastinya tetap bisa tarawih sendiri atau berjamaah di rumah. Tidak usah khawatir, amalan ibadah Ramadhan akan tetap penuh berkah tanpa kekurangan hikmah didalamnya. Insya Allah. Aamin Yra.

Covid-19 Pasti Baik dan Penuh Makna.
Dipastikan bahwa wabah Covid-19 membawa berkah dan hikmah yang paling baik dari semua bentuk teguran atau nasehat yang diturunkan oleh Tuhan sampai detik ini pada ciptaan-Nya. Selalulah kita berprasangka baik kepada Allah atas setiap masalah yang datang. Mungkin menurut kita tidak baik, tapi bagi Allah itu sangat baik. Yakinlah semua itu. Bila manusia hendak jujur menyikapi Covid-19 ini, bahwa semuanya karena ulah manusia pula artinya manusia pula yang mengundang tamu si Corona itu datang bertamu. 

Bisa jadi manusia terlalu sombong dan angkuh atas penciptannya di muka bumi atau suka memakan rezeki orang lain. Maka turunlah teguran. Jadikan teguran ini sebagai bentuk "kasih sayang" Allah. Wabah Covid-19 yang melanda dunia yang bukan hanya Indonesia. Sungguh sangat luar biasa hikmahnya bila dihayati secara mendalam. Semua strata kehidupan mendapat serangan wabah Covid-19 tersebut. Tanpa memilih negara, daerah, suku, agama, usia, strara sosial dan lainnya. Semua kedatangan tamu terhormat si Corona. 

Artinya semua diberi ujian dan/atau cobaan sekaligus dalam hidup kehidupan ini tanpa kecuali. Benar-benar Tuhan menguji, khususnya kadar silaturahim bagi semua manusia yang telah menurun ditelan masa. Sebenarnya kita manusia sungguh sangat kurang berterima kasih pada Maha Pencipta. Teguran demi teguran diberikan Allah Swt. seperti banjir, gempa bumi, tsunami, wabah penyakit sebelum Covid-19 dan lainnya. 
Tapi tetap kita tidak bergeming. Kita tidak mengambil hikmah untuk berubah kepada hal-hal yang diamanatkan oleh Tuhan dalam kitab-kitabnya. Sehingga Tuhan memberi ujian atau cobaan lagi berupa Covid-19. Nikmat mana lagi yang manusia ingin dustakan.

Perubahan Paradigma Hindari Mudik
Semua aspek hidup kehidupan seharusnya mengambil  atau memetik manfaat adanya tamu kehormatan yang bernama Covid-19 tersebut. Minimal satu rumah tangga diberi pelajaran agar jangan terlalu jauh dengan keluarga. Ingat selalu keluarga yang berdoa dan menunggu di rumah. Pulanglah pada keluargamu. Jangan dzalimi keluarga dan orang lain. Kondisi darurat berkepanjangan sampai pada akhir Ramadhan 2020.

Begitupun, Allah Swt memberi peringatan bahwa sesungguhnya manusia tidak punya kuasa selain Kuasa-Nya, manusia janganlah sombong dan pula jangan ikut menikmati makanan haram atau janganlah serakah dengan mengambil hak orang lain. Sebagaimana di negeri kita ini, korupsi dianggap seperti biasa saja atau seperti dianggap sebuah gaya kepemimpinan atau gaya kekuasaan. Sudah tidak punya malu untuk berbohong dan membodohi rakyat dengan melakukan hal tercelah itu.

Wabah Covid-19 sesungguhnya berhadapan pada masalah kebersihan dari segala bentuk kehidupan, bersih jiwa dan raga. Artinya manusia diberi peringatan keras agar jangan memakan bangkai atau sampah.  Jangan memakan yang bukan menjadi hak kita. Makna ini sangat dalam pada hidup kehidupan. Perlu disikapi dengan i
khlas dan sabar. Lakukan perubahan hidup yang fundamental, yaitu setop gaya hidup hedonisme. 

Wabah Covid-19 ini sepertinya Allah menutup pintu ilmu, dengan fakta bahwa sampai hari ini belum ada obat khusus yang ditemukan untuk mengobati Covid-19. Ilmu pengetahuan lumpuh dengan Covid-19. Karakter asli manusia kelihatan dalam kondisi atau suasana kedaruratan akibat Covid-19. Maka apa yang diharapkan atau pintu apa yang masih terbuka dan dibuka oleh Allah hanya yang ada adalah pintu kejujuran dan pertobatan. Allah memaksa kita untuk berlaku jujur dan tidak memutus tali silaturahim.

Manusia sesungguhnya ditegur oleh Allah karena terlalu bergaya berlebihan dengan hidup hedonis dan sudah kurang kadarnya dalam bersilaturahmi. Terlalu mementingkan diri sendiri saja. Faktanya, saat ini justru dilarang bersentuhan dan diminta hanya di rumah saja. Pedihnya kondisi itu bila memang silaturahim nihil atau diminta ada jarak antar manusia. Alangkah vulgarnya teguran Allah tentang silaturahim tersebut. Masihkah manusia belum memahami akan hadirnya si Covid-19 itu.

Betapa pedihnya kita berjauhan dengan sahabat, rekan kerja, orang tua, istri dan anak. Betapa tersiksanya kita tidak bergandengan tangan dalam satu kesatuan hidup dan pekerjaan. Rumah ibadah masjid, gereja dan lainnya bisa jadi selama ini jarang kita datangi, maka sekalian Tuhan memberi teguran melalui Covid-19 bahwa tidak boleh berdekatan atau bersentuhan satu sama lainnya.

Maka semua akses peribadatan manusia secara berjamaah untuk sementara disarankan untuk dihindari. Mungkin untuk pertama kali di dalam sejarah kemanusiaan, yang mengesankan bahwa bersatu kita mati dan bercerai kita selamat. Hal ini merupakan realitas yang benar-benar harus dipahami sebagai umat beragama dan bersosial. Mungkin selama ini kadar silaturahmi kita hanya sebatas kebutuhan, bukan bersilaturahmi atas nama Allah.

Insya Allah kedepan hidup akan lebih baik setelah Allah Swt mengkarantina nasehat atau bisa jadi ada kebijakan 
lokal lockdown pada kita secara tidak langsung. Sepanjang kita bisa introspeksi atas segala kesalahan dan kekurangan sebagai mahkluk sosial yang serba terbatas.Termasuk bagi pemerintah dan pemerintah daerah, segeralah sadar untuk bekerja dan menjadi pelayan rakyat yang baik sesuai SOP dan sumpah jabatan dan tidak mendzalimi rakyatnya dengan cara melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. 

Mari kita syukuri kehadiran atau kedatangan tamu terhormat Covid-19 ini baik di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya, semoga tamu ini merupakan tamu (ujian) terbaik dari Tuhan kepada manusia ciptaan-Nya. Cukuplah kita menghormatinya dengan cara tinggal di rumah saja untuk menikmati dan menghargainya. Tetap waspada, jaga jarak dan jaga diri serta keluarga kita masing-masing.  Sehingga manusia bisa lolos dengan ujian-Nya dan segera tamu tersebut meninggalkan kita semuanya, untuk kembali beraktifitas sebagaimana biasanya.(*)


Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top