* PELANGGAR DISERAHKAN KE KADES ,CAMAT & ORANGTUA
 *    JURUREJO GETOL BAGI-BAGI MASKER GRATIS
MASKER: Kades, Perangkat Desa, LPMD, BPD, Babinkamtibmas, Banbisa bagi-bagi  masker ke warga Jururejo
CAKRANEWS.NET, NGAWI--Tiada ampun bagi mereka tidak bemasker saat keluar rumah. Termasuk para  pengendaraa  bermotor apa tidak, mobil, roda dua maupun roda  tiga . Karena itu  Jika  tidak ingin  terjaring tindakan tegas petugas   gabungan Satgas penanggulangan Covid-19 Ngawi gunakan masker keluar dan berkendaran.  Kebijakan dengan sanksi diterapkan  mulai 20 April 2020.

‘Pasal galak’ itu terungkap  saat tim gabungan penanggulangan Covid-19, melakukan sosialisasi penanggulangan Covid-19 bersama Kades, perangkat desa dan lembaga desa, karang taruna di Desa Jururejo. “Tanpa kecuali yang tidak bermasker saat keluar rumah ditindak tegas dengan sanksi,” kata Harsoyo, tim gabungan penanggulangan saat berdialog sebelum memulai sosialisasi turun jalan  di kawasan Desa Jururejo (15/04/2020)

Sebelumnya,  Pemkab Ngawi  memberlakukan wajib bermasker di kawasan tertentu. Namun hanya sebatas  diminta kembali mengambil masker, dan  tidak diperbolehkan  lewat kawasan  tertentu. Seperti di kawasan alun-alun. Tetapi sekarang  ada sanksi tegas.  Tidak  bermasker, warga  digiring oleh Tim Satgas, kemudian diminta keterangan asal dari  mana, terus diserahkan ke  kepala desa/Kepala kelurahan dan Camat. Prosesnya  penyerahan memanggil kades dan camatnya lebih dulu, kemudian diserahkan agar dilakukan pembinaan bagi pelanggar.  .“Kemarin Pak Bupati  telah  menindak kelompok anak punk, kadesnya dan camat dipanggil, kalau ada warganya  berkeliaran saat penanggulangan pandemi Covid-19,” katanya.

Sedangkan tidak bermasker ketika  berkendaraan bermotor  akan ditilang tanpa kecuali. Bersepeda, naik  becak juga diberlakukan sama. Jika yang tidak bermasker anak-anak, selain kades dan camat, tim akan memanggil orangtua, dan diserahkan ke orangtuanya.  Berkendaraan mobil,  pengemudi dan penumpang atau mereka yang ada didalam mobil harus wajib memakai  masker.

Di Warung makanan atau  toko-toko, baik pembeli atau penjualnya wajib bermasker. Tempat bergerombol harus bermasker dan duduknya juga harus ada jarak  1-2 meter. “Bapak TNi maupun Polisi, perangkat desa  boleh melakukan peringatan kepada mereka yang tidak bermasker. Penjual di waurng wajib bermasker, jika tidak bermasker pasti kita tindak,”  tandasnya.

Saat itu di Jururejo, Kepala Desa, perangkat desa, lembaga desa dan karangtaruna melakukan sosialisasi penanggulangan Covid-19 dengan jadwal bagi-bagi masker ke warganya. Sasarannya 5 dusun di Jururejo. Anggota unsur  Polri Banbinkamtimas dan  TNI Banbinsa  Jururejo terjun  ikut bagi-bagi. “Bagi-bagi masker ini gratis untuk warga.  Ini rangkaian  tindakan penanggulangan Covid-19 di Jururejo. Sebelumnya telah dilakukan penyemprotan disefektan ke seluruh  dusun. Selain itu tiap RT warganya bersemangat  bergerak bersma melakukan  penyemprotan. Ini bukti warga Jururejo  berusaha keras menanggulangi  Covid-19. Penyemprotan tidak hanya sekali. Partisipasi dan kesadaran warga, membanggakan Kami,” kata Kades Jururejo, Ninin Alfandi kepada Cakranews.Net.

Selain fasilitas umum,  masjid-masjid seluruh dusun disemprot disefektan  dengan rutin.oleh takmir dan warga lingkungan setempat. “Kita tidak berhenti  melakukan penyadaran  bersifat edukatif kepada warga.  Semua demi penanggulangan Covid-19.  Ini didukung penuh  para kasun, perangkat desa, LPMD, BPD, Babnikamtibmas, Babinsa, karang taruna, PKK dan lembaga desa lainnya. Tentunya juga RT, RW serta warga,” ujarnya. (rto)

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top