Trawangan  Ki Lawu Maospati Terkait Pagebluk Corona (Tulisan-1)
KALANGAN  Spritualis  barangkali  diantara paling ikut  prihatin dan sedih dengan  kondisi wabah coronavirus disease-19 (Covid-19 ) atau hanya sebutan Corona.  Pasalnya,  jauh sebelumnya mereka telah mengetahui tanda-tanda jaman, sekaligus telah  menyampaikan tanda-tanda jaman itu.  Salah satunya adalah  Ir Edy Ristiono, biasa dipanggil KI Lawu Maospati,   spritaulis dan  tokoh metafisika pengasuh   Perguruan Kemuning Bhakti Persada. Laki-laki berilmu ini pernah mengingatkan serangan hama tikus  ke sawah petani di Ngawi sekitarnya, adalah tanda-tanda akan datangnya pagebluk. Karena serangan hama tikus tidak sakbeenne (kejadian yang  tidak biasa), sebuah pesan gaib. Itu disampaikan  sebelum ada pgebluk Corona masuk di Indonesia.  Hingga detik ini Pagebluk  corona menelan namyak korban nyawa. Berikut  Ki Lawu Maospati juga menelisik pagebluk Corona di Indonesia dari  trawangan  mata batinnya dan pengalaman spiritualnya.  

CORONA adalah virus yang sangat berbahaya bukan saja pemerintah Indonesia tetapi semua negara yang terjebak  dampak virus corona sangat mengerikan. Karena apabila suatu warga negaranya terjena virus corona dalam waktu cepat akan menyebar ke seluruh masyarakatnya di negara tersebut.

Di negara yang maju baik sudah maju dalam bidang ekonomi dan sudah modern dalsh tehnologi kedokterannya di buat tak berdaya apalagi di negara Indonesia yang notabene belum semaju dan secanggih peralatan kedokteran atau medisnya pasti akan dibuat kalang kaburt dan membuat Kepanikan yang luar biasa. Karena virus corona tergolong virus  berbahaya yang sangat mematikan dan berbahaya..
Pemerintah Indonesia belum siap menghadapi serangan virus yang mematikan tersebut alias lengah. Karena ada yang sombong mengatakan orang Indonesia kuat-kuat dan tak mungkin terjangkit corona.

Kenyataannya setelah virus corona masuk di Indonesia melalui warga yang tertular virus corona membuat negeri ini menjadi gagap dan tak berdaya alias “HIRUK PIKUK COMPANG CAMPING”, saling salahkan sana salahkan sini. Tuduh sana tuduh sini. Tangkap sana tangkap sini. hal itulah yang nenunjukkan PINGIN CARI BENAR SENDIRI.

Penutupan tempat wisata dan segala yang ada kaitannya..adalah jalan satu satu nya ..karena dalam pepatah NASI SUDAH MENJADI THIWUL. Atau segala sesuatunya sudah terlambat alias telat. Karena dengan adanya kepanikkan luar biasa ini bukannya orang malah senang tetapi membuat orang bertambah panik dan mudah stres. Dan bisa bisa menjadi gila kareba rasa ketakutan luar biasa yang dihadapi.

Sedangkan yang dihadapi bukannya musuh yang nyata melainkan musuh yang tak nyata dan selalu meneror baik lahir maupun batin. Dengan adanya penutupan tempat Wisata dan pengajian sebenarnya adalah pencegahan penyebaran. Tetapi karena virus corona sudah menyebar, maka hal ini akan berdampak sedikit. Apalagi dikaitkan dengan ekonomi rakyat Indonesia kondisi ini sangat berdampak.

Kapan virus ini  akan berakhir di Indonesia? Belum bisa memastikan tetap lama bertahan di Indonesia karena penyebarannya begitu cepat sedangkan awalnya penanganan pengobatan lambat. Dalam istilah jawanya PAGEBLUK SEDINO LARA SEDINO MATI. AWAN LARA BENGI MATI. BENGI LARA ESUK MATI. Ini segera dilakukan gerak cepat, bukan hanya tindakan kasat mata tapi harus ada gerakan  upaya spiritual  . Upaya spiritual  harua makin dikuatkan untuk melepaskan diri dari bendu  virus corana.  Upaya spiritual apa?(*)

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top