* Penyemprotan Lanjut Bagi-bagi Masker di Ponpes Asy-Syakur & Mambaul Hikmah
Juga bagi-bagi masker dierima KH Muh.Dumami (Gus Dum)
CAKRANEWS.NET-NGAWI, Ada suasana lain di Kampus STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron Ngawi di tengah mahasiswanya kuliah dari rumah, kemarin (19/04/2020). Sejumlah mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menggelar  istighotsah, sebelum memulai penyemprotan desefektan di areal kampus, Ponpes Asy-Syakur-Yayasan Pendidikan Islam Pondok Karya Pembangunan (YPI PKP) Paron dan  Ponpes Mambaul Hikmah Teguhan.  Penyemprotan  wujud kepedulian mahasiswa terhadap penanggulangan wabah Covid-19.
Bersama Ustad Khoirul Mustaqim , pengasuh Ponpes Asy-Syakur
Penyemprotan menyasar  di masjid Asy-syakur, jalan menuju ponpes Asy-Syakur. “Kita  berdoa agar wabah Covid-19 segera dicabut oleh Alloh SWT, dan virus-vurusnya dihancurkan seperti kehancuran Abraha dan  balanteranya  yang beniat akan menghancurkan  Ka’bah,” tutur Sugiharto, Kaprodi MPI  saat memulai istighotsah.
Sejumlah mahasiswa, Moh. Sholikan, Dhimas, Hendro Purnomo, Winarko penggerak penanggulangan Covid-19, tak henti-hentinya melakukan penyemprotan dan sosialisasi.  Sejak wabah merebak, mereka dengan sukerala melakukan penyemprotan desfektan dan sosialisasi di sejumlah tempat. Mereka tidak kenal lelah ikut  berperan dalam penanggulangan wabah Coid-19. “Saat ini giliran kampus dan ponpes-ponpes. Nanti bisa ke ponpes lainnya,” ujar Dhimas.
Tim MPI Di Kampus STIT KP Paron
Moh. Sholikan-biasa dipanggil  Mohan menambahkan, sebagai mahasiswa terpanggil terhadap persoalan  yang dihadapi masyarakat dan bangsa ini.  “Kita berharap  teman-teman mahasiswa  berperan dalam kondisi masyarakat dalam sikap dan tindakan apapun. Kita mahasiswa dibutuhkan masyarakat,”  ujar Mohan, dibenarkan Winarko dan Hendro Purnomo yang sehari-hari juga aktif di pemerintahan desa ini.

Joko Purnomo,  dosen MPI yang juga Waket Bidang  kemahasiswaan mengatakan, tidak semua mahasiswa  bisa mengikuti aksi peduli penanggulangan Covid-19 karena larangan    mendatangkan banyak. Selain itu mahasiswa harus mengikuti  himbauan physical distancing. “Sebenarnya banyak mahasiswa  ingin bergabung, tapi  situasi dan kondisi belum  memungkinkan, Kalau situasi dan kondisi sudah normal  akan beda lagi,” ujar Joko.

Menyemprot di teras ruang kuliah
Sementara Nani Wahyuni, perwakilan  Yayasan Pendidikan Islam Pondok Karya Pembangunan (YPI- PKP) sangat mendukung kegiatan yang dilakukan mahasiswa ini. “Yayasan sangat mendukung, muga bermanfaat  untuk semua,” ujar Nani.

Selain penyemprotan desefektan ,  mahasiswa  mendistribusikan masker gratis bantuan Wakil Bupati Ngawi  Ony Harsono. “Masker ini kita  bagi-bagikan gratis ke ponpes dan tempat lainnya karena Masih banyak masyarakat yang butuh masker. Apalagi di Ngawi warga wajib memakai masker ketika keluar rumah,” ujar Heri Sujianto, dosen MPI yang juga penggerak di Lembaga Masyarakat Desa Hutan.

Penyemprotan di Ponpes Asy-Syakur didampingi pengasuh ponpes, Ustad. Khoirul.Mustaqim  Sedangkan di Ponpes Mambaul Hikmah terima pengasuhnya KH Muh. Dumami, biasa dipanggil Gus Dum. “Kami berterima kasih pada mahasiswa STIT KP  yang peduli di pondok pesantren Kami, melakukan penyemprotan dan mendapat masker gratis,” kata Gus Dum. (rto)



Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top