Terlibat  pembagian sembakodikota.
CAKRANEWS.NET-- Di tengah  merebaknya   wabah penyakit   Covid-19, mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron Ngawi  ikut  aktif dalam  gerakan  penanggulangan wabah penyakit  global ini. Mereka terlibat DI berbagai kegiatan di lingkungan desa-desa hingga kabupaten, bahkan di komunitas kegiatan masing-masing. “Keterlibatan mereka adalah bukti sense  of crisis  mahasiswa STIT Islamiyah Karya Pembangunan Ngawi terhadap persoalan masyarakat, bangsa dan dunia. Tanpa  ada komando, mahasiswa sudah  tergerak hati nuraninya untuk peduli pada persoalan masyarakat, bangsa dan dunia. Ini perlu  Kami apresiasi,” ujar Sugiharto, Kaprodi MPI STIT Islamiyah  Karya Pembangunan Ngawi

Mulai sosialisasi penyadaran kepada masyarakat, bagi-bagi masker,  penyemprotan diseefektan hingga terlibat dalam satgas dan relawan penangggulangan Convid-19. “Dalam kondisi seperti ini, Kami sebagai mahasiswa   MPI, pingin  ikut membantu persoalan yang  dihadapi masyarakat meskipun hanya di lingkungan  desa berupa tenaga, pikiran dan waktu.  Mahasiswa harus bergerak,” ujar Moh. Sholikhan, tinggal di  Desa Jururejo Kecamatan Ngawi. Dengan mengikuti sosialisasi penyebaran poster, masker, penyemprotan dan lainnya.
Mahasiswa (paling kiri)  sosialisasi di  Desa Jururejo
Melalui  smartphone mahasiswa  lain, Bambang Haryanto, Danang,  Sudarto,  mengatakan, seperti teman-teman mahasiswa MPI,  mereka  juga terlibat aktif dalam Satgas dan relawan  di desa di wilayah Karangjati, Tirak  Kwadungan dan Karanganyar,  “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa STIT Islamiyah Karya Pembangunan Ngawi, khususnya sebagai mahasiswa MPI peduli  persoalan dihadapi masyarakat desa,” tandas mereka.

Begitu juga  Dhimas W, terlibat dalam  penyemprotan disefektan, pembagian masker dan sembako kepada  tukang becak di jalan, warga kurang mampu dan mereka yang  terkena dampak ekonomi karena  wabah corona.  Keterlibatannya bergabung dengan  komunitas di tingkat kabupaten . “Penyemprotan Disinfektan Rutin ke Ponpes Se-Kab Ngawi Setiap Sabtu - Minggu, Ke Tiap Kecamatan Tiap Senin - Kamis, Ke Gereja Se-Kab Ngawi Setiap Hari Jum'at,” tutur Dhimas.
Penyemprotan disefektan di Balong Gerih
Lebih lanjut Sugiharto menambahkan, sejak Covid-19 merebak,  mahasiswa  diminta  untuk  mengikuti social distancing, phisical distancing, kuliah di rumah dengan online, bekerja di rumah, ibadah di rumah . Namun  kelihatan mahasiswa tidak  tahan jika hanya  duduk sebagai penonton di dalam rumah, begitu melihat  kondisi  seperti sekarang ini. Namun jika mahasiswa terlibat dalam solidaritas penanganan Covid-19 di desa masing2 adalah pilihan yang tidak bisa dicegah.  Mahasiswa diwanti-wanti mengikuti prosedur, standart perlindungan yg ditetapkan dan  mengikuti  anjuran pemerintah,”  ujar Sugiharto, sambil mengatakan masih banyak mahasiswa yang  ikut terlibat dalam aksi penanggulangan  Covid-19. .
Aktif di Satgas dan relawan di Tirak  Kwadungan

Bukan hanya mahasiswa,  dosen  MPI pun ikut berperan aktif dalam penanggulangan Covid-19 di desa dan komunitas  masing-masing.  Joko Purnomo  berbaur  melakukan  penyemporotan di desa Balong Gerih bersama  masyarakat.. “ Harapan kita semua   wabah ini  biar cepat selesai,” ujarnya.

Begitu juga  dua dosen Heri Sujianto terlibat dalam satgas dan relawan. “Kita  tetap bergerak. . Hadir, menggerakkan masyarakat untuk bersama menanggulangi  wabah Covid-19, “ ujar Heri. 
Di sisi lain,  dosen dan mahasiswa  MPI melakukan  istigotsah (atay istilah lain)  di rumah masing2, memohon kepada Alloh SWT agar segera menghapus/mencabut belenggu wabah penyakit Covid-19. Serta diturunkan berkah keselamatan kedamaian di muka bumi. “Kita melakukan istighotsah di rumah masing-masing,” tutur Sutopo, yang juga bergerak melakukan penyemprotan di lingkungan.  (rto)

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top