‘Mengintip’ Belajar Dari Rumah Di Tengah Bencana Covid-19 (Tulisan-2)
Penulis: Sugiharto, Dosen Manajemen Pendidikan Islam
                       STIT Islamiyah Karya  Pembangunan Ngawi
Sekarang bagaimana menyikapi persoalan pelaksanaan Daring dalam proses belajar mengajar  di saat bencana wabah Covid-19? Ini perlu perhatian serius dari Kementerian terkait, Pemerintah Daerah, dinas, sekolah. Bagaimana agar proses daring dapat berjalan lancar,  dan tujuan pembelajaran tercapai? 
   
Pertama,  kebijakan proses belajar mengajar dengan daring patut mendapat dukungan. Pembelajaran lewat daring salah satu solusi tepat menghadapi situasi-kondisi pagebluk Covid-19. Pelaksanaannya,  tidak harus serta merta memaksakan anak didik. Ada anak didik terbatas dalam fasilitas perangkat keras daring.  Kondisi di daerah dengan kota besar berbeda.   
Dengan memaksakan kehendak dan kebijakan justru akan menyulitkan peserta didik maupun orangtua di tengah kecemasan akibat ancaman ‘hantu’ Covid-19.  Sekolah dan guru harus menciptakan suasana yang enjoy belajar di rumah. Seperti harapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan para pendidik dapat menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dari rumah  peserta didik dan mahasiswa. Mengutip artikel ESQ Group, bukankah apabila pikiran fokus pada kebahagiaan, kesenangan niscaya itulah yang akan terjadi pada diri. Hidupkanlah pikiran bersyukur niscaya akan mendatangkan kenikmatan lainnya yang diberikan pada makhluk-Nya.
    
Kedua, Proses pembelajaran dengan daring bisa sebagai latihan pembelajaran. Pasca ‘krisis’ Covid-19, perlu digodok perencanaan yang sistematis mulai peran guru, peserta didik, tenaga kependidikan,  materi, metode,  strategi dan proses pembelajaran yang lebih rinci, ketersedian sumber daya manusia IT yang mumpuni, peralatan/fasilitas pendukung, pembiayaan, evaluasinya. Yang terjadi masih banyak anak didik menanyakan teknis pengoperasian dari daring daripada materi pembelajarannya.  

Ketiga, pasca ‘krisis’ Covid-19 pemangku kebijakan meningkatkan kerjasama dengan masyarakat, merangkul pihak yang berkompeten bidang manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, dan  bidang IT dan terkait lainnya. Itu untuk  membuat perencanaan matang dan sistematis atas program penerapan  pembelajaran  lewat online.
    
Yakin-seyakinkannya, sepanjang semua menata hati, batin, pikiran, sikap dan perbuatan pasti badai Covid-19 bakal berlalu. Pasca wabah Covid-19,  perlu dirancang perencanaan matang dan sistematis dalam program penerapan  pembelajaran  lewat online. Bukan  saat  menghadapi  situasi-kondisi darurat karena wabah Covid-19 saja, namun  juga dalam situasi-kondisi normal pun.  (*)

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top