Oleh: Sutopo, Dosen STIT Islamiyah Karya Pembangunan Ngawi & Pengurus Himpunan Pengusaha Nahdliyin Ngawi
CAKRANEWS.NET--Mainstream kepala desa dan perangkat desa  sudah berbeda  dengan 10-15  tahun lalu. Kepala desa dan  perangkat desa yang masih berpikiran ‘jadul’  akan digilas oleh jaman. Termasuk cara berpikir  dalam  memanej desa, terutama dalam peningkatan pengetahuan dan wawasan tentang kewirausahaan,  upaya memandirikan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desa.

Justru yang terjadi, desa masih berkutat bagaimana anggaran dana desa dikucurkan hanya untuk pelatihan dan hal-hal  seremonial.   Padahal sudah banyak wirausaha kecil di desa yang berjuang sendiri. Mulai dari permodalan, pengelolaan dan penjualan.

Sebagai embrio wirausaha  sudah sepantasnya bibit–bibit wirausaha  di desa   didata, dibina, dimandirikan.  Karena untuk menjadi wirausaha tidak cukup hanya dapat pelatihan,  tetapi harus diperhatikan hingga  mereka bisa  benar-benar mandiri.  Bisa  berdiri diatas kaki sendiri.
Sejauh ini di tiap desa,   sudah ada  usaha  kecil   dilakukan masyarakat desa. Misalnya  ternak skala kecil  untuk ayam , bebek  , kambing, kolam ikan dan masih banyak usaha  lain.  Di bidang pertanian  ada usaha tanam pisang, singkong , ubi, dan empon-empon. Usaha skala kecil bidang ini jika dikembangkan akan menjadikan sebuiah hasil yang signifikan, khususnya untuk penigkatan pendapatan keluarga.

Anak muda di desa,  juga sudah banyak yang memulai usaha seperti bengkel sepeda motor, jual-beli lewat online, potong rambut dan lainnya, bidang ini juga bisa mempengaruhi gaya hidup pemuda desa.

Usaha kecil tersebut jarang mendapatkan perhatian dari  kepala desa dan perangkat desa, sehingga usaha mereka hanya sebatas kemampuan mereka dan hasilnya juga tidak selalu memuaskan. Pada kesempatanInilah  harusya dilakukan kepala desa hadir dan bisa menggerakan wirausaha – wirausaha kecil didesanya. Kebiasaan kepala desa   masih berkutat pada  seremonial,  dan selalu beracuan pada perlombaan di tingkat atasnya.  Kemungkinan besar usai  lomba maka selesai sudah apa yang dikatakan usaha itu.  Tidak ada lagi usahanya, akan hidup lagi menjelang ada lomba lagi.

Kondisi  masyarakat di desa boleh kata anggap timpang. Karena itu perhatian pemerintah pusat terhadap desa cukup luar biasa. Buktinya dialokasikannya dana untuk memperkuat pembangunan desa. Pengalokasian Dana Desa dilakukan dengan dibagi merata ke setiap wilayah berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah, angka kemiskinan dan tingkat kesulitan geografisnya. 

Dana desa digunakan untuk membiayai peenyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan pemerataan pembangunan kesejahteraan desa, memajukan perekonomian desa dan mengatasi kesenjangan pembangunan antardesa. Hal ini sudah diatur pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2015. 
Prioritas penggunaan Dana Desa di bidang pemberdayaan masyarakat desa bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam pengembangan wirausaha, peningkatan pendapatan, serta perluasan skala ekonomi individu warga, kelompok masyarakat, antara lain:
Untuk peningkatan investasi ekonomi desa melalui pengadaan, pengembangan atau bantuan alat-alat produksi, permodalan, dan peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pemagangan.
Dukungan kegiatan ekonomi baik yang dikembangkan oleh BUMDesa atau BUMDesa Bersama, maupun oleh kelompok dan/atau lembaga ekonomi masyarakat desa lainnya. Bantuan peningkatan kapasitas untuk program dan kegiatan ketahanan pangan Desa.

Tetapi dengan anggaran desa yang besarnya rata-rata sudah diatas Rp 1 M, ironis lagi jika wirausaha kecil ini tidak mendapat porsi perhatian besar  oleh Kepala Desa. Padahal, seharusnya  anggaran desa itu diarahkan ke  semua pelaku usaha  di desa tanpa melihat, siapapun pelaku usaha, latar belakang dan status sosial pelaku usaha. Sudah waktunya desa memberi  perhatian yang serius  terhadap pelaku usaha  sesuai kemauan dan kemampuan  warga desa dalam  mengembangkan  usahanya agar benar-benar mandiri.  Warga desa yang memilih  usaha di desa  bakal mengangkat perekonimian desa. (*)

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top