Oleh: Ninin Alfandi, Kepala Desa  Jururejo & Penggiat Masjid di Ngawi

CAKRANEWS.NET- Hidup adalah perjuangan. Hidup perlu perjuangan. Namun perjuangan hidup itu unik. Orang yang sukses maupun yang pernah gagal atau lagi mengalami kegagalan melalui proses perjuangan yang berbagai macam. Orang sukses dan gagal harus tetap sabar.  Sabar bermakna tabah dari segala cobaan dan ujian yang menimpa, sabar juga bermakna menahan diri dari perbuatan yang dilarang oleh SWT, seperti perbuatan maksiat dan sebagainya.

Salah satu sabar adalah sabar dalam berjihad (perjuangan). Jihad bukan berarti harus memanggul senjata diatas pundak atau tidak harus selalu diartikan perang. Tetapi jihad itu adalah sungguh sungguh dalam menghadapi musuh. Adapun musuh itu sendiri banyak macamnya seperti hawa nafsu,  sifat malas, kebodohan, keterbelakangan. Adakalanya musuh itu datang dari dalam dan dari luar kita sendiri .

Karena itu jihad tidak harus diartikan dengan kekerasan. Tidak menggunakan cara kekerasan, kasar menghadapi umat, menghadapi orang, tetapi bisa dengan lembah lembut. Karena kultur masyarakat  Indonesia pada dasarnya memiliki sifat lembut. Jihad tanpa kekerasan adalah lebih elok daripada jihad dengan kekerasan.  Sebaiknya segala persoalan dihadapi dengan sabar seperti ajaran agama Islam. Bukankah Islam diturunkan sebagai agama rahmatan lil ‘alamiin?

Adapun sabar ada yang mengartikan sikap tabah dan menerima dengan ikhlas atas segala cobaan yang menimpa,  menahan diri dari sikap emosi dan putus asa. Sabar mengandung arti aktif dan dinamis bukan berarti pasif dan statis.

Mengapa orang harus sabar karena dengan bersabar seseorang mampu mencapai tujuan hidupnya yang membutuhkan perjuangan keras baik dalam arti mencari kebahagiaan dunia maupu akhert.Sehingga apa masalah yang dihadapi menjadi mudah dan akan membuahkan hasil luar biasa atas sikap sabarnya.

Demikian juga  dalam menghadapi musibah atau bencana seperti kematian, kebakaran kebanjiran atau yang lainnya agar tidak menghancurkan jiwanya akibat kesedihan dan kekecewaan aserta dapat menata kembali hidupnya, maka sabar sangat  dibutuhkan dalam mengahdapi musibah tersebut.

Sesungguhnya  berbuat sabar memang berat sekali kecuali orang yang khusyuk, dekat kepada Alloh, dan Alloh senantiasa beserta orang-orang sabar. “Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu dan sesuungguhnya yang demikian itu sungguh berarti  kecuali orang-orang yang khusyuk (Al Baqaroh:135)

Sabar dalam menjalankan perintah SWT, beribadah menjalankan perintah Alloh haruslah penuh dengan keikhlasan. Sedangkan keikhlasan bisa diperoleh dengan kesabaran bahkan kesabaran yang sangat panjang.

Sabar dalam meninggalkan maksiat. Godaan untuk menyimpang dari jalan Alloh bisa datang kapan saja dan diamalkan oleh siapapun.  Bayangan akan kenikmatan sesaat bisa  menjadikan hamba tergelincir ke jurang  maksiat.

Sabar dalam menghindari godaan dunia. Dunia merupakan permainan yang menipu hiasan yang mempesona manusia sehingga manusia dapat terpengaruh sampai diperhamba kehidupab dunia.  Bersabar dalam  dalam menghadapi godaan, kejarlah dunia dengan kesabaran.

Sabar dalam menghadapi musibah, Musibah yang menimpa kita ada kalanya langsung dari Alloh seperti kematia. Ada kalanya musibah dari ulah sendiri. Tetapi semuanya adalah sebagai ujian kualitas keimanan. Sikap sabar dalam setiap sendi kehidupan segala aktivitas kita sehingga kesuksesan dunia akan segera terwujud dan juga akherat kelak. (*)

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top