·       Catatan  Gathering Cakranews.Net Tour de Bromo Mountain (1)


Awak Media Cakranews.Net
Media Online CAKRANEWS.NET bolehlah  dibilang seumur jagung.  Namun  keberadaannya di tengah   menjamurnya media massa, memiliki impian besar,  cita-cita besar seperti impian dan cita-cita  para tokoh dunia. Menjadi  media online yang bisa   melahirkan banyak pemimpin, Born To Lead. Pemimpin yang memiliki visi-misi kuat, di tengah krisis kepemimpinan di segala lini, segala level,  di segala tempat. Media online ini sebagai wadah bagi masyarakat, wadah calon pemimpin, atau wadah para pemimpin untuk mengingatkan,menginformasikan, mengkomunikasikan segala sesuatu yang perlu diingatkan, perlu diinformasikan dan dikomunikasikan agar tatanan kehidupan semakin baik.  Kehidupan akan makin  baik apabila  impian dan cita –cita besar dan baik itu  mampu diwujudkan.
Dari Ngawi-Bromo  menimba pengalaman.
“Born to lead, cocok untuk visi  media online Cakranews.Net, media massa online yang lahir diabad kehidupan dunia yang sarat dengan persaingan bebas,”  tutur Dito, pemimpin Umum Media Online CAKRANEWS.NET, mengawali diskusi  dengan awak CAKRANEWS.NET saat gathering di  Gunung Bromo, tempat wisata di wilyah empat kota Pasuruan, Probolingo, Lumajang dan  Malang  Jawa Timur pekan akhir lalu.  
Mengapa gathering de tour Bromo? Itulah pertanyaan dari dan banyak pembaca dan teman  sesama jurnalis. Mengapa tidak  di kawasan wisata  kebun teh Jamus Sine, yang juga ada home stay milik warga Girikerto seperti di Bromo? Mengapa tidak di kawasan Air Terjun Srambang, destinasi wisata yang sudah diakui di tingkat nasional. Mengapa tidak di kawasan Museum Trinil yang telah diakui  internasional karena koleksi benda-benda manusia dan binatang purba-nya? Mengapa tidak di benteng Pendhem Van den Bosch? Dan mengapa dan mengapa tidak Ngawi?
Jawabnya bukan tidak menarik wisata di Ngawi. Kota yang menjadi basecamp CAKRANEWS.NET.  Namun  tidak lain untuk menguatkan visi dan misi CAKRANEWS.NET. Filosofinya  jika ingin mewujudkan impian dan cita –cita besar,  tidak lain harus berani belajar  ke orang lain. Harus menimba ilmu dengan orang lain, di daerah lain. CAKRANEWS.NET  bertemu banyak orang di Bromo. Bersentuhan langsung dengan alam ‘liar’ tapi ramah.
Gunung Bromo dari bahasa sansekerta, Brahma, salah seorang Dewa Utama dalam agama Hindu. Dalam Bahasa Tengger (Suku yang tinggal di kawasan Bromo atau Tengger)  dieja "Brama". Memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan  Taman Nasipnal Bromo Tengger Semeru. Fisiknya antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
 Bromo  mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah kurang lebih 800 meter (utara-selatan) dan kurang lebih 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.  Sadar apa tidak, seolah  gunung berapi  Bromo selalu mengingatkan manusia agar memahami arti kehidupan  ini dengan letusan dan muntahan laharnya secara periodik. “Dari Bromo kita  berharap Born to lead,  born to Back To Ngawi. Semua kembali untuk Ngawi,” tutur Dito didampingi Sri Pudji Astuti, salah satu pendiri Cakranews.Net. .
Penulis: Sugiharto



Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top