Muhammad Fadlillah,
Anggota Cakra Menulis Club,Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI)
STIT Islamiyah Karya Pembangungan Ngawi.
Dari Abdullah bin Amr ia berkata Rosulullah SAW bersabda :”Sungguh akan terjadi pada umatku,apa yang telah terjadi pada umat bani Isroil sedikit demi sedikit,sehingga jika ada diantara mereka (bani Isroil) yang menyetubuhi ibunya secara terang terangan,maka niscaya akan ada pada umatku yang mengerjakan itu.dan sesungguhnya bani Isroil berpecah menjadi 72 millah (golongan),semuanya di neraka kecuali satu milllah saja dan umatku akan terpecah menjadi 73 millah,yang semuanya di neraka kecuali satu millah.’(para sahabat bertanya),’siapa mereka rosulullah?’ Beliau SAW menjawab,” Apa yang aku dan para sahabatku berada diatasnya.’”(Riwayad Attirmizi Hadist Hasan).
Kebenaran hadist diatas sudah dirasakan oleh sahabat setelah Rasululloh SAW.  wafat. 
Dalam sebuah riwayat disebutkan,suatu hari umar bin al-khathab ra meyendiri.dia berkata dalam hatinya, mengapa umat ini saling berselisih,sementara nabi mereka satu? Lalu ia memnggil Abdullah bin Abas RA. Umar bertanya kepadanya:”Mengapa umat ini saling berselisih,sementara nabi mereka satu. Kiblat mereka juga satu dan kitab suci mereka juga satu?” Ibnu Abbas RA menjawab,”Wahai amirul mukminin sesungguhnya Al Qur’an itu diturunkan kepada kita. Kita membacanya dan mengetahui maksudnya. Lalu datanglah sebuah kaum yang membaca al quran,namun mereka tidak mengetahui maksudnya. Maka setiap kaum punya pendapat masing masing. Jika demikian realitanya,maka wajarlah mereka saling berselisih. Dan jika telah saling berselisih mereka akan saling menumpahkan darah.”(Imam Asy Syathibi,Altiskham,II\691).
Dialog diatas menunjukkan bahwa perselisihan yang terjadi dikalangan umat islam diantara nya karena kesalaha dalam memahami nash.peselisihan itu akan terjadi dengan bergamnya metode yang di pakai  oleh berbagai kelompok dalam memahami tesk al qur’an maupun hadist kini, hal tersebut sudah tejadi. Umat islam terpecah belah dalam berbgai kelompok. Masing masing dari mereka merasa yang paling benar, lainnya dianggap salah dan keliru.

MAKNA HADIST
Hadist diatas menjelaskan bahwa penganut agama sejak sebelum nabi Muhammad SAW, yaitu Yahudi dan Nasrani sudah banyak yang”menyimpang” dari ajaran aslinya. Diantara mereka banyak melakukan interpretasi terhadap ajaran agamanya, yang kemudian terakumulasi menjadi firqah firqah. Hal yang sama juga terjadi pada Rosulullah SAW menurut para ulama, hadist tersebut mengindikasikan golongan golongan yang terpecah itu bukan dalam masalah fiqh,melainkan tauhid.

Akibatnya,mereka saling menyesatkan dan mengkafirkan. Padahal, jika ada yang masuk neraka,hadist itupun jika tidak memastikan kekalnya didalamnay. Sebab, rosullah saw tetap menybut mereka sebagai’umatku ‘.beliau menganggab mereka bagian dari umatnya dan agamanya tetap Islam.Nash nash Al Qur’an, sunah dan ijma' generasi salaf dari umat ini telah menunjukkan bahwa orang yang masih ada iman didalam dada nya meskipun seberat zarah pun,  tidak akan kekaldidalam neraka. Jika dia masuk neraka karena dosanya, dia akn tinggal disana sesuai kehendak Allah SWT kemudian akan di keluarkan dan menuju surga.

Syaikh Ibnu Baz berkata”barang siapa yang meninggal dunia dengan tauhid dan tidak menyekutukan Allah dengan suatu,maka ia termasuk penghuni surga, meskipun telah melakukan zina atau mencuri, demikian juga jika ia telah melakukan maksiat, seperti durhaka,riba,persaksian palsu,atau yang lainnya. Karena pelaku maksiat itu (kedudukannya) berada di bawah kehendak allah, jika ia berkehendak, dia akan mengampuninya, jika dia berkehendak dai akan mengazabnya sesuai dengan kadar kemaksiatannya jika meninggal dunia belum bertaubat.

Jika diamasukkan neraka dan dia azab,dia tidak kekal didalamnya, akan tetapi ia akan dikeluarkan dari neraka menuju surga setelah disucikan dan dibersihkan.”(Fatwa Nur’ala Darb:6/51) hal ini didasarkan pada sabda Rosullah SAW”Akan keluar dari neraka orang yang mengatakan””tidak ada ada tuhan yang disembah kecuali allah, sedang di dalam hatinya Ada seberat gandum kebaikan tidak ada tuhan yang berhak didbah kecuali allah ,sedang didalam hatinya ada seberat jagung kebaikan”(Riwayat Bukhori Muslim) berarti apapun nama firkhah mereka,dan apapun produk pemikiran dan pendapatan mereka asal malih masih mengakui Allah SWT sebagai tuhan muhammad saw sebagai nabi kakbah sebagai kiblatnya tetap d akui muslim. Tidak boleh di cap sebagai kafir.

HATI HATI PEMECAH BELAH
Para ulama menasehati kita agar berpengang teguh pada kalimat yang satu. Kemudian waspada terhadap tipu daya musuh dari kalangan orang orang kafir dan munafik karena sesungguhnya mereka selalu mengadakan provokasi dan keraguan kepada umat islam agar murtad dari Islam. Hal itu telah mereka lakukan sedari zaman nabi muhammad saw. Allah Ta’ala berfirman “mereka tidak henti hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran) seaandainya mereka sanggup ( Al Baqoroh[2]:217)

Tipu daya itu kemudian berlangsung sampai sekarang. Tidak akan selamat seorang muslim dari tipu daya dan kejahatan mereka kecuali dengan menolaknya penuh kekuatan. Caranya menjalin persatuan . perpecahan dalam agama malah akan membuka pintu bagi mereka memasukkan tipu muslihatnya. Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman”berpegang teguhlah dengan tali Allah dan janganlah kalian berpecah (Al Imron[2]:103)  bahkan ALLAH SWT juga memberi peringatan bagi umat Islam yang berpecah belah.”(Ali imran[3]:103)

Bahkan, Allah SWT juga memberi peringatan bagi umat Islam yang senang berpecah belah .”dan janganlah kamu meyerupai orang-orang  yang bercerai berai  dan berselisih sudah datang keterangan yang jelas kepada mereka .meraka itulah orang orang yang mendapat siksa yang berat.”(Ali imran[3]:105).oleh karna itu, wajib bagi kita mewaspadai tukang adu domba yang merusak hubungan harmonis sesama umat islam. Merusak hubungan antar para ulama dengan orang orang awam, antara sesama ulama, dan sesama penuntut ilmu.  Perkataan mereka lebih merusak dari pada sihir.(*)



Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top