CAKRANEWS.NET, Ngawi – Proyek dengan nilai milyaran rupiah yang berada di Jalan Ngancar – Papungan menjadi buah bibir masyarakat hingga menjadi opini liar di media sosial. Pasalnya, mereka beranggapan pengerjaan proyek tidak serius karena sempat berhenti beberapa waktu.

Bahkan dari berita www.beritaoposisi.co.id (20/10) Kepala Desa Cantel mengancam menutup akses jalan alternatif. Itu terkait dengan pembangunan yang sempat berhenti. Ia menganggap tidak adanya keseriusan dari penyedia untuk segera menyelesaikan pembangunan.

“ Jika minggu ini tidak dikerjakan dengan terpaksa jalan alternatif akan saya tutup , bukan desa tidak mendukung program khususnya proyek Pemerintah Daerah . justru warga desa Pitu khususnya warga Cantel sangat berterima kasih diperbaikinya jalan utama antar desa- kecamatan , namun tidak seperti ini carannya “. Terang Suparlan Kades Cantel.

Namun hal tersebut dibantah dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) Pemerintah Kabupaten Ngawi. “ Pekerjaan sudah 80% dan batas akhir pekerjaan masih 23 November 2019. Jadi masih ada waktu cukup.” Terang Sadli Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Ngawi.

Baca Juga : https://www.cakranews.net/2019/10/terkait-k3-di-ngawi-korwil-bilang-ya.html

Terkait keluhan warga yang terganggu dengan pekerjaan tersebut, disampaikan bila itu merupakan konskuensi dari pembangunan. Masih ada jalan alternatif yang bisa dilalui. Dan Dinas PUPR sudah melakukan sosialisasi sebelum pekerjaan di mulai. “Justru di Ngancar-Papungan itu, kita sosialisasi sebelum pengerjaan.” Lanjut Sadli

Lebih lanjut dikatakan Sadli, bila pihaknya juga menunda pekerjaan sampai satu bulan sejak diterbitkan Surat Perintah Kerja ( SPK ). Itu sebagai permintaan dari pengusaha Tebu untuk kelancaran transportasi pengiriman ke pabrik. “ Sebelum kita laksanakan mereka minta waktu satu bulan.”

Proyek yang memakan biaya Rp 3.680.693.623,09 tersebut bersumber dari DID Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2019. Pelaksanaan ditentukan melalui tender oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan dimenangkan PT. Arsimuru Mitra Mulya dengan alamat Gg. Mentari 104 Lingk. Bulurejo RT 01 RW 02 Kel. Warujayeng Kec. Tanjunganom Kabupaten Nganjuk Jawa Timur.

Sedang pengawasan proyek dilakukan CV. Nusantara Buana yang beralamat di Dusun Sidorejo RT. 002 RW. 001 Desa Sidorejo Kec. Geneng Kabupaten Ngawi. Dari data penelusuran melalui https://www.lpjkjatim.net/CV. Nusantara Buana tidak ditemukan catatan pengalaman kerja sebelumnya.

Sementara terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ), Pihaknya juga menekankan untuk dilaksanakan. Dikatakan bila K3 merupakan kewajiban penyedia. “Artinya begini, yang seperti itu kan sebenarnya kewajiban penyedia. Yang jelas PPK, pengawasnya ikut menegur kalau misalkan tidak mengamankan pekerjanya.”


Sebagai tindak lanjut dari K3, Dinas PUPR Kabupaten Ngawi selalu melakukan pengecakan jaminan Kesehatan dan keselamatan kerja. “Kita cek apa penyedia sudah mendaftarkan karyawan ke BPJS. Itu wajib, dan tidak boleh di abaikan.” Pungkas Sadli. ( RYS )


Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top