CAKRANEWS.NET, Probolinggo – Ratusan warga bergabung dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Paskal mendatangi Polres Probolinggo Senin ( 14/10 ). Kali ini mereka menuntut kasus ijazah palsu yang melibatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) diusut secara tuntas.

Mendasar pada bukti – bukti yang ada, Polres Probolinggo  telah menetapkan ABD ( Inisial ) sebagai tersangka. Dengan ditangkapnya oknum DPRD Kab. Probolinggo tersebut, mereka menganggap persoalan belum tuntas.

Mereka menuntut para pelaku lain diantaranya joki, pencetak dan lembaga yang mengeluarkan ijazah palsu  juga diusut. Pendemo juga menganggap bahwa yang terlibat dalam pembuatan ijazah palsu juga pelaku tindak pidana.

“Tolong bapak keamanan, anda mediator kami. Pertemukan kami dengan Ketua DPRD. Mereka adalah wakil kita. Mereka kita yang pilih. Bukan hasil lotre.” Pekik Prapto dalam orasinya

Sementara Polres Probolinggo berjanji akan mengusut tuntas persoalan ini. Pihaknya mengupayakan pengungkapan kasus hingga ke akarnya. "kami berjanji akan mengembangkan kasus ini sampai ke akar akarnya.” Terang Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto di depan pengunjuk rasa.

Ia meminta waktu untuk melakukan langkah – langkah lanjut. “percayakan pada kami, untuk menuntaskan dan mungkin akan ada tersangka lain sementara ini kami sedang memanggil saksi - saksi", Lanjutnya

Setelah mendapat penjelasan dari Kapolres Probolinggo, akhirnya pendemo bergeser ke gedung DPRD Probolinggo yang berada di timur gedung Mapolres. Akirnya perwakilan pendemo diterima ketua DPRD Probolinggo."Masalah hukum kami serahkan pada pihak kepolisian." Terang Andi Suryanto

Korlap dari LSM Paskal Sulaiman mengatakan bila tujuan aksi kali ini untuk mendorong pihak berwajib dalam penuntasan kasus ijazah palsu. "aksi ini sebagai pendorong agar kasus ini benar - benar menemukan titik terang.” 

ABD sendiri ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada Jum'at 4 Oktober 2019. Pada keesokan harinya, melalui kuasa hukum, ABD mengajukan tangguhan penahanan ke Satreskrim Polres probolinggo. Namun hingga kini pengajuan tangguhan penahanan itu belum ada tanggapan. ( Rif, Red )

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top