Kades dan Perangkat Desa Grudo Bersama Muspika

Cakranews.net, Ngawi – Pelantikan Kepala Desa serentak dilakukan Bupati Ngawi pada Rabu (17/10) di Benteng Van Den Bosch Kelurahan Pelem Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Hal itu sebagai tindak lanjut dari hasil Pemilihan Kepala Desa ( Pilkades ) beberapa waktu lalu.

Dalam pelantikan tersebut, 177 Kepala Desa mengucapkan sumpah jabatan sebagai komitmen dalam menjalankan program yang di tawarkan selama kampanye Pilkades. Dan sebagai bentuk komitmen adalah dengan membubuhkan tanda tangan pakta integritas.

Salah satu yang sukses dalam Pilkades serentak 2019 Kabupaten Ngawi adalah Triono, ST. Kepala Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi yang terpilih tiga periode itu dikenal punya gaya berbeda dibanding lainnya.

Sebagai Kepala Desa yang sudah berpengalaman memimpin 2 kali pemerintahan desa, Triono langsung melakukan gebrakan dengan melakukan penyusunan Rencana Pemerintah Jangka Menengah Desa ( RPJMDes ) dengan memfokuskan pada Desa Inovasi.

“Sejak terisinya kekosongan posisi tiga perangkat, semua masalah teratasi. Dari dasar itulah untuk kepemimpinan periode ketiga kali ini saya pasang target tinggi. Sesuai tagline Grudo Makmur, masyarakat harus benar – benar makmur.” Terang triono, ST.

Triono, St Bersama Teguh Buddwi eks Pj Kades
Tidak main - main, program yang diusung adalah target tinggi dengan melibatkan kemajuan teknologi. Segala lini dibenahi dengan perencanaan menggunakan kontrol perangakat yang dapat diakses dari komputer. “Ya, Desa Grudo sebagai desa mandiri harus mampu menjadi yang terdepan.” Lanjutnya. 

Ditanya masalah detail program, pria pelantun lagu Diuber Rondo ini akan menitik beratkan pada pemberdayaan dengan pelibatan masyarakat. “Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APBDes ) itu ada untuk kesejahteraan rakyat. Jadi warga Desa Grudo harus dilibatkan.”

Pada tahun – tahun sebelumnya Desa Grudo masih belum banyak melibatkan program pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan ekonomi. Itu mengacu pada RPJMDess yang dibuat sebelum adanya Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).  

“Saya dilantik untuk periode kedua tahun 2013. Waktu itu belum ada UU Desa dan kita tahu anggaran desa sangat terbatas. Setelah tahun 2015 kita baru mendapat DD dan ADD. Namun secara konstitusi tidak bisa potong kompas program. Jadi Moment idealnya adalah tahun ini. Kita buat program percepatan disegala bidang.” Pungkas Kades yang selalu tampil energik itu. (RYS)

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top