Oleh: Al Kafi Syifa’ul  Mawaddah,  
Mahasiswi  UIN  Maulana Malik Ibrahim Malang, anggota Cakra Menulis Club

Bagi Santri Pondok Pesantren Al Barokah, Jl Kanjuruhan, Watugong, Tlogo Mas, Lowokwaru  Malang, kegiatan penyambutan donatur Ponpes  selalu ditunggu.  Pasalnya, penyambutan donatur ini  ditandai dengan Sima’an Al qur’an bersama, sejak pagi  setelah sholat Shubuh hingga selesai

Simaan Al Qur’an digelar akhir pekan (15/9),  adalah kegiatan yang tidak pernah dilupakan dalam kegiatan apapun di Ponpes  Al-Barokah. Ponpes dikhususkan untuk  anak mahasiswa  yang ingin mengaji, menghafal, dan menjaga hafalan Al-Qur’an. Sehingga tidak salah jika simaan Al-Qur’an selalu dilakukan di pondok ini. Kali ini sekaligus kegiatan reuni jama’ah umroh Mina Darussalam

Pondok merupakan tempat tinggal teraman bagi bagi mahasiswa yang berkuliah di Malang. Pondok Putri  ini sengaja didirikan untuk para mahasiswa yang masih ingin mencari ilmu agama, dan lebih dekat dengan Allah. Selain ilmu agama, para santri juga belajar hidup bersama dengan orang lain, kemandirian, ta’dzim kepada ustadz-ustadzah, dan membiasakan akhlakul karimah.

Begitu halnya dalam kegiatan penyambutan ini. Para santri belajar memanej  pembagian tugas, yaitu kerja bakti membersihkan pondok yang biasa disebut ro’an, penerima tamu undangan, memasak makanan, dan mengiringi acara  dengan musik banjari.

Donatur yang datang dari berbagai daerah, baik warga setempat, keluarga para pendidri ponpes, dan kyai-kyai pondok dari kota lain. Santri menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Bagi santri  adalah moment yang luar biasa,  karena santri dapat berjumpa dengan orang-orang sholih, Disitu banyak para tokoh berilmu yang hadir.

 Penyambutan para donatur pondok putri termasuk acara besar dalam agenda kegiatan pondok putri. Pondok tidak bisa berkembang tanpa bantuan para donatur. Saat ini, pondok Al-Barokah memiliki satu gedung yaitu untuk pondok putri. Berkat para donatur yang semakin bertambah.  Saat ini sudah dimulai perencanaan pembangunan gedung baru di daerah Merjosari untuk pondok putra. 

“Apabila kita menyumbangkan uang kita, kita berdonasi untuk pondok sama halnya kita menabung untuk akhirat. Karena uang yang didonasikan untuk pembangunan pondok termasuk amal jariyah yang amalnya tidak akan terputus sampai akhirat nanti.”Yang disampaikan akan menjadi motivasi bagi setiap orang sehingga tergerak hatinya untuk beramal mengeluarkan uang untuk kebaikan, untuk tabungan di akhirat nanti,” ujar  Ustadz H. M. Fajri Shobah, pengasuh Ponpes Al Barokah.

Gebyar Muharam,  Santuni Anak Yatim
Moment bulan Muharram, dijadikan kesempatan untuk menabur kebaikan. Seperti dilakukan Pengasuh dan Santri Pondok Pesantren  Al Barokah Malang dengan menyantuni sejumlah anak yatim sekitar ponpes. Kegiatan ini  rangkaian peringatan  Bulan ‘Asyuro digelar ponpes secara  rutin tiap tahun.

 “Keutamaan hari ‘Asyuro yang sudah dimulai dari tanggal 1 Muharrom dengan membaca do’a akhir tahun hijriyah kemudian sholat sunnah serta membaca do’a awal tahun.  Sunah-sunah Nabi Muhammad Saw., dibiasakan di pondok ini, termasuk meyantuni anak-anak yatim,” Ustadz Shobah.

Menurut Ustadz Shobah, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menyantuni anak yatim. Terlebih di hari ‘Asyuro disunnahkan menyenangkan anak yatim. ”Aku (Muhammad Saw.) dan orang-orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini. Beliau menunjukkan telunjuk jari tengah serta beliau merenggangkan antara keduanya,” ujar Ustadz Shobah, menyitir Hadist  Riwayat Muslim.

Ajaran tersebut  bermakna  siapapun yang menyayangi, menyantuni anak yatim maka  akan bahagia bersama dengan Rasulullah masuk ke surga Allah.  Begitulah makna mendalam dari ajaran Rosululloh yang harus ditiru  sampai kapanpun.

Santunan anak yatim dilakukan ba’da sholat Isya’ di mushola. Dengan mengundang anak-anak yatim baik laki-laki maupun perempuan (yang belum baligh) Berdiri membentuk lingkaran besar kemudian bersalaman, mengelus kepala, dan memeluk anak-anak yatim yang telah diundang. Di saat itulah suasana haru pecah. Dari santunan ini, hikmah yang patut disyukuri para santri yaitu masih adanya kedua orang tua kita sehingga harus terus berbakti kepada keduanya,” ujar  salah seorang santri.

Ustadz Shobah dan istrinya Ustadzah Jauharotul Maknunah memberi kado dan sumbangan untuk anak-anak yatim . Diikuti  satu per satu dari para santri memberi kado  kepada anak-anak yatim, dengan membaca sholawat Allahulkaafi diiringi dengan tabuhan Banjari dari Ponpes Al barokah.
Selain itu di bulan Muharram,  tanggal 9 Muharram diharapkan untuk berpuasa Tasu’a, kemudian 10 berpuasa hari ‘Asyuro.  Andaikan tanggal  tersebut sudah lewat, maka bisa dilakukan  tahun akan datang agar umat Islam mendapat  berkah di bulan Muharram.

Buka bersama di puasa  Tasa’a dan ‘Asyuro selalu dilakukan.    Makan duduk  melingkar, makanan ditaruh di lengser. Disitulah  terasa  ada kebersamaan antar  santri dan pengasuh. “ Makan bersama  seperti ini benar-benar   nikmat,” ujar beberapa santri. (*)

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top