CAKRANEWS.NET, Ngawi – Kondisi Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Ngawi sungguh memprihatinkan. Dua Minggu terakhir airnya berwarna hitam dan  baunya cukup menyengat hingga mengganggu masyarakat sekitar. Banyak yang memprediksi karena campuran limbah berbahaya. Itu diperkuat dengan banyaknya ikan dan biota air tawar lainya yang mati.

Kejadian ini sangat disesalkan warga yang setiap hari menggantungkan hidup  sebagai pencari ikan di aliran Bengawan Solo “Banyak ikan mati dua minggu ini. Bisa jadi ada yang membuang limbah.” Terang Very, pencari ikan dari Dusun Cupo, Desa Grudo,  kecamatan Ngawi, kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Dengan kondisinya yang semakin memprihatinkan, sangat berdampak pada  perekonomian nelayan  Bengawan Solo. Pendapatan mereka turun drastis, bahkan sebagian besar malah menghentikan aktivitas karena sering tidak dapat hasil ikan. “Percuma jaring ikan kalo nggak dapat hasil.” Sesal Very 

Dari beberapa pengakuan mereka bahwa dalam kondisi air normal, Bengawan Solo memberi kontribusi besar bagi perekonomian. Dengan mengandalkan jala, rata - rata penghasilan dari penangkapan ikan diatas Rp. 100.000,00 per harinya. Dengan kondisi Bengawan Solo saat ini, mereka lebih memilih mencari pekerjaan lain.

Budi Sulistyono
Pada kesempatan Jum’at ( 27/9 ) Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan terus berupaya mencari solusi. Salah satunya adalah menyampaikan ke pusat terkait penyebab dan dampak dari kondisi bengawan solo saat ini. ” Saya hanya sampaikan kepada pusat, pembicaraan intens, tapi kenapa itu pelanggaran - pelanggaran hukum terhadap limbah ini tidak segera tertangani.”

Bupati yang biasa di panggil Kanang itu juga mempertanyakan respon dari pusat terkait laporannya. Pasalnya, kejadian serupa tidak hanya sekali. Bahkan setiap musim kemarau  dengan kondisi debit air yang menurun sering terjadi pembuangan limbah.“ ini yang saya ndak ngerti. Ada apa ini.”

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngawi Eko Heru Tjahyono sudah melakukan pengecekan di lapangan. Dari kesimpulannya dikatakan bahwa persoalan air Bengawan Solo adalah pembuangan limbah industri. Namun pelaku sendiri berada di luar wilayahnya sehingga pihaknya tidak bisa memberikan tindakan hukum.

“ kita sudah cek di lapangan. Namun pelanggaran bukan di wilayah Ngawi. Ini yang sulit untuk langsung di tindak lanjuti.” Terang Heru sapaan Kasatpol PP Kabupaten Ngawi saat ditemui setelah upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pendopo Widya Graha Selasa ( 1/9 ).  ( RYS )

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top