CAKRANEWS.NET, Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Kepolisian Resort  ( Polres ) Ngawi mengadakan Sarasehan dengan thema ‘Profesionalisme Ormas dan Wartawan Dalam Menangkal  Berita hoax Dan Penegakan Hukumnya’ di Jalan Barnadip Kelurahan Karang tengah Kecamatan Ngawi Kabupaten ngawi Jawa Timur. Hadir dalam acara Kapolres Ngawi, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Perwakilan dari Kejaksaan Negeri Ngawi serta undangan.

Dalam sambutanya Kapolres Ngawi AKBP Pranatal hutajulu menyampaikan bahaya dari berita hoax. Banyak peristiwa terjadi dan sangat sangat merugikan karena berita hoax. Sebagai kontrol sosial, Ormas dan Wartawan diharapkan turut dalam menangkal hoax. “ Rekan Wartawan dan Ormas kita harapkan aktif dalam menangkal hoax.” Terangnya

Lebih lanjut Pranatal mencontohkan kejadian – kejadian yang sangat merugikan dari dampak pemberitaan hoax. Diantaranya dikutip dari akun Facebook yang mengabarkan tentang kejadian pembakaran masjid di Tolikara.  Dalam tulisan Facebook  itu dikabarkan bahwa pembakar masjid di undang ke Istana Negara. “Contoh hoax adalah berita tentang pembakaran masjid di Tolikara. Beritanya dipelintir jauh dari fakta.”

AKBP Pranatal Hutajulu
Dari beberapa materi yang disampaikan, Kapolres yang dikenal dekat dengan media itu juga menyinggung masalah media sosial. Bukan tanpa alasan, Media Sosial sebagai sarana komunikasi sudah digunakan melampaui batas. Dan salah satunya adalah sarana penyebar informasi hoax. “ Saat ini sulit untuk tidak menggunakan Medsos. Tapi kita harus paham agar tidak melanggar UU ITE.”

Dalam  sela – sela sambutanya, Pranatal menyelipkan kuis berhadiah dengan memberikan pertanyaan kepada undangan yang hadir. Pertanyaan kali ini seputar nama suku yang ada di Indonesia. “ Sebutkan 10 suku yang ada di Indonesia ?  Yang bisa jawab saya beri hadiah.” Terang Pranatal sambil mengeluarkan dompetnya. 

Zainal dari Bratapost salah satu yang beruntung dalam menjawab pertanyaan kali ini. Ia Mampu menjawab 10 suku yang ada di Indonesia. Sedang untuk pertanyaan kedua tentang 10 Pahlawan Nasional wanita  dijawab Kenti dari Lentera. Keduanya mendapat hadiah uang tunai  masing - masing Rp.100.000,00. 

Secara keseluruhan, sarasehan yang menitik beratkan pada pengetahuan hoax dan cara menangkalnya tersebut berjalan lancar. Pada akhir sambutan Pranatal berpesan agar bijak menggunakan medsos. Dan sebagai kontrol sosial, Ormas maupun Wartawan diharapkan tampil aktif untuk meluruskan berita. ( RYS )

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top