KH Qomari dan jamaah pengajian 

Cegah Radikalisme, Wujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin

“Jika meruntut  kisah Nabi Adam, yang kali pertama menyebar berita hoaks adalah iblis. Yang membujuk Nabi Adam dan Ibu Hawa  hingga akhirnya keduanya diturunkan dari surga ke bumi adalah iblis,” ujar KH Qomari,  mubaligh  dari Kedunggalar Ngawi  saat acara pengajian umum sekaligus halal bi halal diselenggarakan  Generasi Anak Sumber Agung (GANAS) –Jongrang Kecamatan Barat, Magetan (24/6).

Itulah yang menjadi keprihatinan umat sekarang ini. Berita hoaks  seolah menjadi budaya di jaman akhir ini . Karena itu jangan  sampai  berita hoaks menajdi kebiasaan dan budaya umat.  Penyebar berita hoaks, katanya,  tidak patut ditiru oleh umat Islam, khususnya  para generasi muda/ Penyebar hoaks  adalah  tabiat iblis untuk menjerumuskan manusia ke jurang kerusakan. “Jangan menyebar berita hoaks.  Itu sama saja iblis,”tandasnya.

Acara Dihadiri Ratusan Jamaah
Pengajian umum bertema “Mencegah radikalisme/paham garis keras untuk mewujudkan Islam rahmatan lil alamiin” dihadiri ratusan warga. Anak-anak, remaja hingga para orangtua. Acara dimeriahkan  seni hadrah. Sebelum  acara  mereka mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Qomari menjelaskan, selain soal berita hoaks, Islam tidak mengajarkan  tindakan  radikal. Tidak menganut paham garis, tidak  mengajarkan kekerasan, membunuh manusia tanpa dasar yang jelas, Bahkan Islam tidak  mengajarkan umatnya untuk jadi teroris, dan tidak  menyuruh menyebar ketakutan  di muka bumi. Islam anti terorisme “Membunuh tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.Apalagi membunuh sesama mukmin adalah dosa besar dan ganjarannya neraka jahanam,” tuturnya.

Kalau toh ada umat Islam melakukan bom bunuh diri  hingga  menewaskan sejumlah manusia, tindakan itu adalah  salah fatal. Umat Islam dilarang  melakukan bom bunuh diri dengan alasan jihad atau alasan apapun. Lebih baik  umat Islam melakukan jihad dengan  beribadah, bersedekah, serta berusaha menjadi orang bertaqwa.

Menurut Qomari, Islam agama  yang diturunkan Alloh SWT  lewat Nabi Muhammad SAW. untuk keselamatan umat, mengedepankan toleransi  dan  menjadi rahmat seluruh umat.  Masa Rosulullooh SAW   pernah melakukan peperangan, namun perang  dilakukan Rosululloh ada  alasan  tersendiri. Perang jalan terakhir yang tidak bisa dihindari karena umat Islam terancam dibunuh.

Sebelum berperang  Rosululloh berpesan untuk tidak  menyakiti atau membunuh anak-anak, wanita, orangtua sudah lanjut. Bahkan binatang  dilarang untuk dibunuh., dilarang menebang atau merusak pohon atau tanaman seperti kurma dan lainnya. Tawanan tidak boleh disakiti dan disiksa  sedikitpun..
Jika  ada tuduhan,  Islam mengajarkan kekerasan, mengajarkan terorisme, berpaham radikalisme dan terorisme adalah  salah besar. Hakiki  ajaran agama Islam, yakni Agama Rahmatan Lil Aalamiin. ( Red )

Posting Komentar

 
Cakranews © 2016. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top